BETANEWS.ID, KUDUS – Hartopo bisa dibilang jika saat ini dia “tak lagi makan nasi”. Selama menjabat menjadi Bupati Kudus, perutnya sudah kenyang dengan cacian, makian, bahkan bulian yang disajikan warga Kota Kretek Kepadanya.
Masa tugas Hartopo sebagai Bupati tinggal menghitung hari. Jelang purna, Hartopo pun buka-bukaan tentang apa yang dialaminya selama memimpin.
Hartopo mengatakan, kurang lebih empat tahun menduduki tampuk tertinggi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tentu ada suka dan dukanya. Menurutnya, jadi bupati adalah pelayan masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Kudus Musnahkan 11 Ribu Botol Miras
“Suka dukanya selalu ada. Tapi, karena memang niat kita adalah mengabdi tentu jadinya enjoy,” ujar Hartopo kepada Betanews.id usai sidang paripurna di Gedung DPRD Kudus, Selasa (19/9/2023).
Selama menjabat sebagai bupati, Hartopo mengaku, tak jarang dicaci dan dimaki oleh masyarakat. Bahkan pernah juga sampai dibulli oleh warga yang selama ini ia perjuangkan kesejahterannya.
“Kecaman, bulian itu seolah jadi makanan sehari-hari. Hingga jadi kebal dan gak ada rasa sakit hati,” bebernya.
Rasa pengabdian kepada masyarakat tersebut, ungkapnya, menjadikan jiwa kenegarawanannya muncul dengan sendirinya. Dan alhamdulillah selama ini berjalan baik.
“Program-program yang saya janjikan juga terpenuhi semua. Walaupun memang tak maksimal. Tapi itu karena keadaan keuangan kita sendiri tidak bisa mencukupi,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Hartopo diangkat jadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus pada 30 Juli 2019 setelah bupati sebelumnya yakni Tamzil dicokok KPK dalam kasus korupsi jual beli jabatan. Menjabat Plt selama 1,5 tahun akhirnya dilantik jadi Bupati Kudus secara definitif pada 9 April 2021.
Kurang lebih empat tahun Hartopo menjabat sebagai Bupati Kudus. Masa purna tugas Hartopo tinggal menghitung hari, tepatnya nanti pada 24 September 2023.

