BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mulai menyosialisasikan logo Hari Jadi ke-477 jauh hari sebelum puncak acara. Upaya ini dilakukan untuk membangun semangat sekaligus mengedukasi masyarakat.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyebut tema yang diusung tahun ini adalah “Urup Muripi”. Tema tersebut dimaknai sebagai simbol api dalam logo Hari Jadi ke-477.
“Api adalah simbol semangat kita dalam rangka berkarya, bekerja untuk bangsa dan negara,” ujar Sam’ani di halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, simbol api dipilih sebagai representasi semangat masyarakat dalam membangun daerah. Nilai tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara secara konsep visual, lanjut Sam’ani, logo peringatan kali ini menggabungkan akulturasi budaya dan religi khas Kudus. Beberapa elemen yang ditampilkan antara lain menyerupai gerbang, menara, masjid, hingga ikon lokal seperti tugu kretek.
Baca juga: Naik Kuda Sepanjang 3,9 Km, Kirab Buka Luwur Hari Jadi Jepara ke-477 Berlangsung Meriah
“Semuanya itu merupakan simbol-simbol kebudayaan dan agama di Kudus. Kebudayaan dan kereligiusan berdampingan untuk Kudus yang lebih baik,” harapnya.
Sam’ani mengaku terlibat langsung dalam proses perancangan konsep tersebut. Ia bahkan menyebut ide tersebut lahir dari pemikirannya sendiri yang kemudian dikembangkan menjadi identitas perayaan.
“Rencananya logo akan diluncurkan secara resmi dalam rangkaian acara Hari Jadi Kudus ke-477. yakni pada pemecahan rekor MURI pertunjukan Tari Lajur Caping Kalo,” ungkapnya.
Pemkab Kudus, kata dia, memang bakal menggelar beberapa acara untuk peringatan Hari Jadi Kudus ke-477. Momentum ini diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya event, diharapkan terjadi peningkatan transaksi dan peredaran uang di daerah. Selain itu kebermanfaatannya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Editor: Kholistiono

