BETANEWS.ID, JEPARA – Bencana kekeringan di Kabupaten Jepara kian meluas. Saat ini sudah ada sembilan desa di lima kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Diperkirakan, jumlah warga terdampak ada ribuan lebih.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Muh Ali Wibowo menjelaskan, desa-desa terdampak kekeringan itu awalnya melanda Desa Sumberejo dan Clering, Kecamatan Donorojo. Seiring kemarau yang belum usai, saat ini ada tambahan tujuh desa.
Desa itu adalah Desa Kedung Malang, Karang Aji, dan Tedunan, Kecamatan Kedung; Desa Gerdu dan Kaliombo, Kecamatan Pecangaan; Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari; dan Desa Kunir, Kecamatan Keling.
Baca juga: Musim Kemarau, Sumber Mata Air Dua Desa di Jepara Alami Kekeringan
Di Desa Kedung Malang terdapat 479 KK atau 2.386 jiwa yang terdampak kekeringan. Kemudian Desa Gerdu 1.980 jiwa, Desa Kaliombo 1.060 Jiwa, Desa Kunir 355 KK, dan Bategede 170 KK.
“Karang Aji dan Tedunan sudah minta kirim juga tapi surat mungkin baru dikirim besok pagi. Jadi belum tau berapa jumlah warga yang terdampak disana,” katanya saat ditemui di Kantor BPBD Jepara, Selasa (12/9/2023).
Ia menjelaskan, kebanyakan desa yang meminta dropping air berasal dari daerah Jepara bagian Utara dan Selatan. Untuk bagian Utara, menurutnya karena sumber mata air atau sumur di daerah sana sudah mengering. Sedangkan di bagian Selatan karena bahan baku air dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) sudah berkurang.
Baca juga: 40 Persen Sawah di Jepara Jadi Lahan Bera, Kacang Hijau Jadi Solusi
Salah satu warga terdampak kekeringan di Desa Kedung Malang, Munawaroh (40) bercerita bahwa di daerahnya sudah satu bulan mengalami kesulitan air. Untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari, ia harus membeli air galon.
“Sudah sebulan lebih mati, kalau buat sehari-hari, buat mandi, masak, nyuci, ya beli air galon. Kadang sehari 20 ribu buat beli air itu nggak cukup padahal udah habis lima galon,” keluhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

