BETANEWS.ID, KUDUS – Tejo Suliyono terlihat ikut mengantre air bersih yang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan, Senin (4/9/2023). Setelah wadah yang dibawa sudah terisi air, ia pun kemudian mengangkat ember tersebut ke rumahnya untuk kebutuhan sehari-hari.
Usai selesai mengantre, pria yang akrab disapa Tejo itu menuturkan bahwa saat kemarau, ia dan warga Glagahwaru lainnya terpaksa harus mencuci baju dan mandi di Sendang Dewot, Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.
“Tahun-tahun sebelumnya mandinya sampai ke Sendang Dewot, Prawoto, Pati. Nyuci pakaian juga ke sana, karena stok air sudah tidak ada dan kering,” bebernya.
Baca juga: Kekeringan, Warga Glagahwaru Undaan Rela Mandi Sehari Sekali Hingga Ngungsi Tetangga
Meski saat inia da tetangga yang memperbolehkan mengambil air di sumur yang masih ada airnya, itu tak menutup kemungkinan keluarganya harus ke Prawoto lagi untuk mandi dan nyuci pakaian.
“Tahun ini tidak ke sana (Sendang Dewot), karena tetangga mengizinkan mengambil air di tempatnya. Kalau memang butuh air boleh mengambil,” ungkapnya.
Ia mengatakan, tahun ini untuk kekeringan air di desanya sangat parah atau seperti yang sudah dialami tiga tahun sebelumnya. Sehingga, ia dan warga lainnya sangat membutuhkan air bersih. Dengan adanya bantuan air dari BPBD Kudus, menurutnya sangat membantu warga.
Baca juga: Warganya Terdampak Kekeringan, Desa Glagahwaru Undaan Disuplai 15.000 Liter Air Bersih
“Tahun kemarin itu masih ada air dan masih mencukupi, setidaknya untuk mandi tidak ngungsi di tetangga seperti tahun ini. Kalau tahun ini dan tiga tahun yang lalu itu kayak gini, parah,” tuturnya.
“Droppingan air seperti ini sangat diharapkan warga, karena untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau mandi mungkin bisa cari sendang atau ngungsi dimana. Terpenting buat keseharian seperti masak, nyuci, dan minum, sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

