Warganya Terdampak Kekeringan, Desa Glagahwaru Undaan Disuplai 15.000 Liter Air Bersih

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah mendistribusikan air bersih ke beberapa wilayah di Kabupaten Kudus, termasuk di Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan yang saat ini sedang krisis air. Kemarau panjang yang berdampak kondisi air semakin berkurang itu membuat beberapa wilayah di Kudus mengalami kekeringan.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Ahmad Munaji mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan droping air di Desa Glagahwaru yang merupakan desa kelima yang membutuhkan air bersih.

Baca Juga: Info Cegatan Kudus, 4 Hingga 17 September Bakal Ada Operasi Zebra Candi 2023

-Advertisement-

“Sore ini kita droping air bersih akibat kekeringan yang mana Desa Glagahwaru atau desa yang ke lima, yang membutuhkan air bersih. Saat ini kita droping 5.000 liter air bersih di desa ini,” katanya saat ditemui saat droping air di RT 2 dan 3, Senin (4/9/2023).

Sebelumnya, Desa Glagahwaru sudah mendapatkan droping air Minggu (3/9/2023) malam sebanyak 5.000 liter air. Kemudian, Senin pagi disusul oleh tim dari PMI yang ikut mendistribusikan air bersih di RW 1 sebanyak 5.000 liter juga.

“Jadi total air yang sudah didistribusikan ke warga Desa Glagahwaru ini ada sebanyak 15.000 liter hingga saat ini. Karena masih banyak warga yang membutuhkan air bersih,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, warga yang terdampak kekeringan hingga saat ini di desa tersebut mencapai sekitar 500 jiwa. Ia pun menyampaikan, sumber air atau sumur milik warga sudah tidak mampu lagi mengangkat air. Sehingga kebutuhan air bersih untuk keseharian berkurang.

“Air bersih yang kita droping ini biasanya digunakan makan dan minum. Untuk kegiatan lainnya, air masih tercukupi,” jelasnya.

Ia menuturkan, total keseluruhan air bersih yang didistribusikan oleh BPBD untuk warga masyarakat Kudus hingga saat ini sudah 93.000 liter air bersih. Tak hanya dari BPBD, kata Munaji, organisasi lainnya seperti PMI, UMK, juga ikut andil dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Harapannya air bersih ini digunakan sebaik-baiknya, tidak dihambur-hamburkan. Karena memang kita dropingnya air bersih,” imbuhnya.

Salah satu warga, Musfiatun mengaku senang dengan adanya droping air bersih di desanya. Warga RT 1 RW 2 itu ikut mengambil droping air bersih yang akan digunakan untuk air minum.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Merajalela, Musthofa Gandeng OJK Berikan Sosialisasi ke Warga Kudus

“Sumur masih bagus, tapi dibuat mandi, nyuci. Kalau biasanya untuk air minumnya beli,” tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini total warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Kudus, menurut data dari BPBD hingga Selasa (5/9/2023), ada sebanyak 663 KK dengan jumlah 2.157 jiwa. Sedangkan air bersih yang tersalurkan sebanyak 145.000 liter.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER