Cerita Perjuangan Puka Jadi Bos Konter: Kehilangan Aset, Dihipnotis, hingga Ditipu Ratusan Juta

BETANEWS.ID, KUDUS – Ma’ruf Puka Wicaksana (33) terlihat sedang duduk santai di rumahnya yang berada di Gang Sekaran, Desa Purwosari RT 02 RW 06, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Sambil menikmati snack, ia tampak beberapa kali mengoperasikan gawai di tangannya.

Rupanya, sore itu ia tak sekedar memainkan telepon seluler (ponsel), melainkan sedang berkoordinasi dengan karyawan di Konter Puka Cell miliknya. Dari rumah, ia tetap mengawasi 26 karyawannya yang berada di delapan cabang.

Beberapa kastemer saat perlu sesuatu di Puka Cell. Foto: Alfiyan Chasanul Muna

Di balik kesuksesannya mendirikan delapan konter, Puka ternyata menyimpan kisah tragis, mulai kehilangan aset konter, hingga kejahatan hipnotis yang selalu mengintai usahanya.

-Advertisement-

Baca juga: Kerennya Voletta, Warga Kerjasan Ini Sudah Bisa Cari Uang Sendiri Sejak Usia 14 Tahun

Puka menjelaskan bahwa ia telah memulai usaha sejak berusia 25 tahun, selama 8 tahun berjuang mengembangkan usaha, banyak sekali hal tidak mengenakkan yang ia alami. Meskipun begitu, ia tidak pernah menyerah.

“Kehilangan HP admin toko pernah,  karyawan terkena hipnotis di toko juga pernah, hingga pada tahun 2019, kena tipu, uang dibawa seseorang sebesar 200 juta,” ungkapnya saat ditemui beberap waktu lalu.

Waktu itu, ia mengawali bisnis jualan makanan saat masih bekerja di sebuah pabrik. Karena jualannya ramai, ia lantas tertarik untuk berjualan paket data internet atau kuota.

“Dulu awalnya ambil 3-5 buah ke temen yang kebetulan bergerak di usaha konter, ternyata lumayan laris sehingga berani membuka konter Puka Cell 1 pada 2015. Saat itu masih bergabung dengan toko listrik ayah saya,” tuturnya.

Alumni IAIN Kudus itu menambahkan, delapan outletnya memiliki spesialisasi yang berbeda-beda serta memiliki karakteristik khusus, di antaranya adalah display toko yang menarik, branding, dan adanya BRI-Link, sehingga konsumen akan mudah mengenal outletnya.

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Endro di Bisnis Ukir Jepara: Pernah Jaya, Dihantam Pandemi, Kini Bangkit Lagi

“Pertama display toko, itu untuk menarik. Kedua branding nama, misalnya outlet raja speaker, artinya toko tersebut akan teridentifikasi menjual speaker lengkap, dan terakhir menarik pelanggan dengan ada jasa baru, yaitu BRI-Link,” bebernya.

Dengan modal awal Rp4-6 jutaan, kini Puka telah sukses mengembangkan usaha hingga mendapatkan omzet mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

“Beberapa outlet sekarang bisa transfer melalui BRI-link, bahkan dapat menunjang penjualan produk yang lain, bisa 80-100 transaksi setiap harinya,” tutupnya.

Setelah menjalankan usaha selama kurang lebih 8 tahun, saat ini ia sudah dapat membeli beberapa keperluan pribadi maupun keluarga. Pada 2018 ia dapat membeli transportasi pribadi, hingga akhirnya tahun 2021 dapat membeli sebuah rumah, serta beberapa reward bersama para mitra.

Penulis: Alfiyan Chasanul Muna, Mahasiswa PPL IAIN Kudus

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER