BETANEWS.ID, DEMAK – Gerobak es tung yang berada di pinggir Perempatan Pasar Bintoro, Jalan Kyai Singkil, Petengan Selatan, Bintoro, Kabupaten Demak itu tampak menarik perhatian pembeli. Mengingat, para pengendara sepeda motor atau mobil tampak datang silih berganti meramaikan lapak jualan milik Mutik (30).
Keberadaan es tung memang sudah jarang ada di Demak, sehingga para pembeli mungkin ingin bernostalgia. Inspirasi itulah yang coba ingin dibawa Mutik saat merintis usaha dua tahun lalu.

“Ini makanan jadul untuk mengenang orang tua di masa kecil, termasuk saya. Apalagi yang jual sudah jarang dan mangkal baru ini,” katanya, Jumat (24/9/2023) malam.
Baca juga: Rujak Es Krim di Demak Ini Enak Dinikmati Saat Cuaca Panas
Uniknya, es tung ini memiliki bentuk mirip dengan es krim. Bedanya, es tung terbuat dari bahan santan kelapa dan es krim dari susu sapi. Origsnal es tung ini, biasanya ditambahi beraneka topping, seperti sagu, potongan roti tawar, dan susu kental manis.
Untuk menyesuaikan selera anak milenial, Mutik kemudian membuat berbagai variasi topping es tung yang lebih moderen dan cocok di lidah.
“Toppingnya itu ada orisinal, milo, cokelat, cappucino, seres, alpukat, dan es podeng,” sebut wanita asli Trengguli itu.
Menarik seperti bentuknya, es tung ini juga memiliki rasa yang enak dan segar. Perpaduan santan kelapa yang gurih dengan gula putih, membuat es tung terasa manis dan lembut ketika dimakan. Apalagi dengan banyaknya topping, membuat pembeli tidak bosen untuk menikmatinya.
Baca juga: Es Doger yang Dijual di Jepara Ini Harganya Mulai Rp2 Ribu, Pantas Saja Selalu Dinanti-nanti
“Alhamdulillah banyak yang suka, terutama es pudeng dan alpukat. Biasanya kalau baru pertama kali coba itu aneka topping,” ujarnya.
Mangkal mulai pukul 15.00-22.00 WIB, Mutik dapat menghabiskan lebih dari 50 porsi es tung. Untuk harganya ia jual mulai dari Rp5 ribu sampai dengan Rp10 ribu.
Editor: Ahmad Muhlisin

