BETANEWS.ID, PATI – Sebagian warga di Kabupaten Pati di musim kemarau ini sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut membuat warga mengajukan bantuan dropping air.
Relawan Kembang joyo (RKJ), Andi, menyampaikan, sampai saat ini setidaknya sudah ada dua desa yang mengajukan permintaan dropping air kepada RKJ, yakni Desa Ronggo dan Sidomukti, Kecamatan Jaken, Pati.

“Kalau khusus permintaan yang masuk ke kami memang baru ada dua desa. Tapi kalau ke relawan lain atau instansi lain kami belum tahu. Yang jelas, memang sebagian wilayah di Pati sudah mulai mengalami kekeringan,” ujarnya, Selasa (1/8/2023).
Baca juga: Krisis Air Bersih Landa Desa Ronggo Pati, Dropping Air Mulai Berdatangan
Terkait dropping air, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun lainnya. Ketika ada permintaan, pihaknya akan mengirimkan air bersih ke lokasi yang membutuhkan tersebut.
Katanya, untuk sekali dropping air, sehari bisa tiga sampai empat tangki, tergantung jarak ke lokasi. Untuk setiap tangkinya berisi sekitar 5 ribu liter.
“Kalau itu sebenarnya tergantung jarak lokasi, ya. Kalau dekat, ya bisa sampai tiga atau empat kali. Tapi kalau jauh, ya kadang cuma satu kali,” ungkapnya.
Seperti halnya yang dilakukan ketika memberikan bantuan air bersih di Desa Ronggo. Karena lokasinya lumayan jauh, sehingga untuk dropping air hanya bisa dilakukan sekali sehari.
Ia berharap, bantuan air bersih tersebut bisa digunakan untuk keperluan warga sehari-hari, baik itu untuk minum, masak, hingga keperluan mandi.
Baca juga: Duh, 147 Desa di Pati Berpotensi Alami Kekeringan Tahun Ini
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, M Budi Prasetya, mengatakan, kemarau pada tahun ini diprediksi lebih panjang dan kering.Ia juga menyebut seratusan desa di Kabupaten Pati berpotensi mengalami kekeringan dan membutuhkan dropping air.
“Berdasarkan pengalaman tahun lalu, ada 147 desa yang mengalami kekeringan. Kemudian, dropping air mencapai 1.600 lebih tangki,” ungkapnya.
Ia menyebut, peta wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan tahun ini masih sama dari tahun lalu, yakni terdapat di beberapa kecamatan, yaitu Sukolilo, Kayen, Pucakwangi, Winong, Gabus, Batangan, Juwana, Jaken, Jakenan, dan sebagian Kecamatan Pati.
Editor: Ahmad Muhlisin

