31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Lontarkan Kritik Pedas, Amal Alghozali Sebut Bapanas Butuh Pemimpin yang CC Besar

BETANEWS.ID, PATI – Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Pangan, Amal Alghozali menyebut pentingnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk penataan pangan di Indonesia.

Mengingat pentingnya keberadaan Bapanas, maka lembaga tersebut, menurut Amal harusnya kuat dan menjadi pengatur utama kapan komoditas tertentu harus impor dan kapan tidak impor.

Baca Juga: Krisis Air Bersih Landa Desa Ronggo Pati, Dropping Air Mulai Berdatangan

-Advertisement-

Melihat Bapanas yang saat ini dipimpin oleh Arief Prasetyo Adhi, Amal Alghozali melontarkan kritik keras. Ia menyebut, kalau kepala badan pangan saat ini tidak memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memimpin lembaga yang mengatur pangan nasional tersebut.

“Sebenarnya sudah bagus punya badan pangan, sudah ada kepalanya. Masalahnya adalah, kepala Badan Pangan menurut saya tidak punya kapasitas untuk itu. Pengalamannya itu hanya bekas direktur di BUMD kecil milik Pemda DKI, mana mampu mengurus persoalan pangan sebesar ini,” ujar Amal, Selasa (1/8/2023).

Bahkan ia mengibaratkan pemimpin Bapanas dengan sebuah mobil yang harus memiliki CC besar.

“Perputaran uang di Indonesia ini, satu tahun ribuan triliun. Ini butuh pemimpin badan pangan yang CC nya besar. Bukan “Ayla”, begitulah kira- kira,” imbuhnya.

Amal pun menyebut, kalau mau pangan di Indonesia stabil, baik pasokan maupun harganya, Presiden harus memilih pemimpin badan pangan yang kuat, bukan yang takut dengan kementerian teknis.

“Harus bisa beragumentasi di rapat dengan benar. Harus bisa bilang tidak kepada operator. Itu pentingnya di situ,” tegasnya.

Lebih lanjut terkait dengan penataan pangan di Indonesia, Amal mengatakan, seharusnya data neraca pangan tunggal, yaitu keluar dari Bapanas. Katanya, tidak boleh Menteri Perdagangan “bisik-bisik” dengan pedagang, sehingga membuat situasi tertentu, seolah-olah masyarakat butuh impor.

Baca Juga: Demokrat Soroti Kebijakan Impor Pangan Jelang Masa Panen

“Padahal, datanya nggak valid. Ini jangan diulangi lagi dong. Kalau kita bela petani, bela nelayan, perkuat itu Badan Pangan Nasional,” jelasnya.

Pemerintah sebagai regulator, menurutnya harus mau sedikit capek berpikir. Kalau regulator malas bepikir, maka pasar akan diatur operator. Gambaran itu, katanya yang terjadi saat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER