BETANEWS.ID, DEMAK – Siang setelah azan Zuhur berkumandang, seorang wanita tampak menata jambu air di lapak depan rumahnya. Saat pembeli datang, tangannya gesit mengambil plastik kresek dan menawarkan beberapa buah khas kota wali.
Jalan Raya Demak-Purwodadi, Desa Botorejo, Kecamatan Wonosalam, menjadi salah satu sentra wistawan berburu jambu air saat berkunjung ke Kabupaten Demak.
Baca Juga: Abrasi Parah, Desa Bedono Demak Justru Miliki Tutupan Vegetasi Mangrove yang Bagus
Mayoritas penduduknya memiliki perkebunan jambu. Salah satunya Sutiyem yang memulai menggantungkan hidupnya dari buah jambu sejak 2010.
“Kalau jadi petani sudah lama sekali. Tapi untuk jual seperti ini sekitar lima tahun ada,” katanya, Sabtu (5/8/2023).
Memiliki luar lahan 500 meter, sekali panen ia dapat menghasilkan ratusan kilogram buah jambu. Terdapat empat jenis jambu yang ia tanam, diantaranya jambu merah delima, citra, madu, dan hijau.
“Setahun bisa panen tiga kali. Tergantung kalau tidak dimakan hama ulat dan tikus, ya dapat dua sampai tiga kuintal,” imbuhnya.
Per kilogram buah jambu dihargai muai Rp 25-30 ribu. Menurutnya, buah yang menjadi favorit pembeli, yakni jenis citra karena memiliki rasa yang lebih segar daripada jambu lainnya.
“Bedanya ada di warna, ada yang merah, hijau, dan putih. Sebenarnya rasa manis semua tapi lebih segar yang jenis citra,” terangnya.
Baca Juga: Oleh-oleh Jambu Demak, Enak Dinikmati Saat Musim Panas
Setiap hari Sutiyem membuka lapak buah jambu mulai dari pukul 9.00-22.00 WIB. Hasil dari penjualannya itu ia bisa meraup pendapatan Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
“Kalau rame bisa habis 40-50 kilogram buah jambu, tapi pas sepi paling 20 kilogram. Setiap hari pasti ada,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

