BETANEWS.ID, DEMAK – Program penanaman sorgum yang kembali digalakkan oleh pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan saat kemarau dinilai mempunyai prospek bagus, tak terkecuali di Kabupaten Demak.
Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wonosalam, M Hisam mengatakan, saat kemarau prospek yang dimiliki sorgum lebih baik dari pada kacang hijau.
Baca Juga: Kemarau, Kacang Hijau di Demak Melimpah
“Perakaran sorgum itu kan menembus sampai ke bawah tanah. Kalau kacang hijau kan tidak bisa, jadi sorgum itu lebih tahan terhadap kekeringan,” katanya Kamis (10/8/2023).
Berbeda dengan tanamam lain, sorgum yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri justru lebih tahan panas. Hal itu, dikarenakan memiliki akar yang panjang untuk menjangkau kedalaman tanah.
“Misalnya saja kedalaman tanah 10-20 centimeter dari permukaan tanah itu bisa dijangkau akar sorgum, tetapi kacang hijau kan tidak bisa. Makanya sorgum lebih tahan kekeringan,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, sorgum juga tahan terhadap organisme pengganggu tumbuhan . Sehingga ia memperkirakan sorgum memiliki porspek yang lebih bagus daripada tanaman lain.
Namun di sisi ekonomi, sorgum masih kalah dengan kacang hijau yang memiliki harga Rp 16 ribu per kilogram di pasaran, sedangkan sorgum hanya Rp 6 ribu.
“Dari segi ekonomis memang lebih ke kacang hijau, karena kacang hijau hanya memakan waktu dua bulan selain itu nilai jualnya juga lebih tinggi,” terangnya.
Baca Juga: Menjaga Hutan Mangrove, Langkah Dukuh Bedono Bentengi Diri dari Kenaikan Permukaan Laut
Hisam meyakini, sorgum akan menjadi tanaman ideal saat musim kemarau. Terlebih di Kabupaten Demak yang dulunya pernah menjadi sentra sorgum. Terutama wilayah Kecamatan Guntur, Demak kota, dan Bonang.
Untuk merealisasikannya, PPL Wonosalam saat ini tengah melakukan uji coba penanaman sorgum di Desa Trengguli pada lahan seluas 10-15 hektare.
Editor: Haikal Rosyada

