BETANEWS.ID, DEMAK – Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Barokatul Qur’an, Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung adalah satu dari sekian banyak kelompok masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Demak.
Sudah hampir sebulan, wilayah tersebut mengalami kekeringan. Mayoritas masyarakat yang menggantungkan sumber mata air di sungai Dukuh Srekan itu dibuat bingung karena debit airnya makin berkurang.
Baca Juga: Kemarau Tiba, Petani Demak Tanam Palawija
Pengasuh Ponpes Barokatul Qur’an, KH Ali Subkhan, mengatakan, akibat kemarau para santri kesulitan untuk mendapatan air. Akibatnya, para santri tidak bisa wudhu maupun mandi.
“Kondisi saat ini benar-benar dirasakan oleh para santri. Untuk santri putri berjumlah 393 orang dan santri putra sebanyak 250 orang. Itu bahkan kadang mandi kadang tidak, ” katanya, Selasa (8/8/2023).
Sebelumnya, Ponpes Barokatul Qur’an mengandalkan sumur sibel untuk sumber pengairan. Akan tetapi kondisi itu belum bisa untuk mencukupi kebutuhan santri sehari-hari.
“Itu kalau siang tidak bisa mengalir, mungkin bisa ketika pukul 00.00 WIB baru bisa digunakan. Itu pun tidak maksimal karena keadaan kemarau yang terlalu panas, ” imbuhnya.
Baca Juga: Dispertanpangan Demak Imbau Petani Agar Tanam Palawija
Untuk memenuhi kebutuhan air para santri, pihaknya telah meminta bantuan desa melalui dropping air dari BPBD Demak. Tidak hanya itu, Ponpes juga mendapatkan kiriman air minum yang didatangkan langsung dari Ungaran.
“Tadi pagi pukul 9.00 WIB sudah mendatangkan air gunung dari Ungaran untuk minum bisa tiga sampai empat kali, untuk mengatasi kekeringan saat ini,” terangnya.
Editor: Haikal Rosyada

