BETANEWS.ID, PATI – Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro menyebut sudah mengusulkan trayek baru Trans Jateng yaitu ke Pati. Henggar yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jawa Tengah itu, menilai sudah saatnya Trans Jateng sampai ke Kudus dan Pati.
Menurutnya, Pati dinilai mempunyai potensi untuk dilalui Trans Jateng. Hal ini melihat mobilitas warga di Kabupaten Pati dan sekitarnya yang semakin tinggi.
Baca juga: Naik Bus Trans Jateng, Buruh di Grobogan Hanya Keluar Rp192 Ribu Sebulan untuk Transport
”Sudah kita usulkan. Kalau di Pati kemarin kita berharap banyak. Untuk kapan (realisasinya) kita belum bisa mengetahui,” kata Henggar, belum lama ini.
Henggar mengatakan, Jalur Pati-Kudus bisa lebih efektif dan aman bila dilalui Bus Rapid Transit (BRT). Angka kecelakaan dinilai bakal turun drastis. Namun untuk mewujudkan mimpi ini, perlu waktu dan biaya yang cukup besar.
”Sangat memungkinkan kalau Pati. Kudus-Pati itu sangat efektif kalau ada BRT. Saat ini, yang saya lihat kebanyakan kan menggunakan kendaraan pribadi. Angkutan kayaknya kurang. Saya coba saya masukkan dulu (usulannya),” ungkapnya.
Baca juga: Trans Jateng Wonogiri-Sukoharjo-Solo Diresmikan Ganjar, Angkutan Ramah Difabel
Menurutnya, saat ini baru ada tujuh koridor Trans Jateng. Koridor yang sudah beroperasi lebih dulu, antara lain Koridor 1 Bawen (Ungaran)-Tawang (Semarang), Koridor 2 Bulupitu (Purwokerto)-Bukateja (Purbalingga).
Kemudian, Koridor 3 Bahurekso (Kendal)-Mangkang (Semarang), Koridor 4 Surakarta-Sragen, Koridor 5 Kutoarjo (Purworejo)-Borobudur (Magelang) dan Koridor 6 Halte Penggaron (Semarang)-Terminal Godong (Grobogan). Kemudian Koridor 7, yang Trans Jateng terakhir yang diresmikan adalah di Wonogiri-Solo.
Editor: Ahmad Muhlisin

