BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa skuter itu tampak terjajar rapi di teras rumah Musthofa di Keluarahan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Sudah sejak pagi ia menunggu kastemer yang hendak menyewa alat transportasi untuk main-main itu.
Menurutnya, akhir-akhir ini jumlah penyewa skuter memang terjun bebas, tak seperti pada masa jayanya pada 2020. Namun, meski penghasilan hariannya kini tak tentu, ia tetap bersikukuh memamerkan skuter miliknya itu, jika barangkali ada yang mampir.
“Sekarang sudah sepi, jarang ada yang sewa maupun beli skuter. Kalau dulu ramai sekali,” ujar ayah dua anak itu, Sabtu 12/09/2023.
Baca juga: Dijual Pakai Sistem Kredit, Sepeda Listrik Laris Manis di Pedesaan Demak
Waktu itu, ia ikut-ikutan bisnis penyewaan skuter karena memang sedang viral di mana-mana. Selain menyewakan, Ia juga menjual skuter untuk masyarakat yang berminat membeli. Saat ramai-ramainya, Ia bahkan sempat memiliki empat orang karyawan.
“Untuk penyewaan biayanya Rp15 ribu per 15 menit. Kalau jual itu beda-beda harganya. Ada yang Rp8,5 juta, Rp8,525 juta untuk skuter yang berdiri. Namun, untuk model skuter yang fiida harga Rp9 juta,” tuturnya.
Akibat sepinya peminat, ia kini tak berani menyetok dalam jumlah banyak. Untuk menjalankan bisnisnya, sekarang ia memilih sistem pre order.
“Dulu yang datang ke sini banyak seperti rombongan dari Pati, Jepara. Hampir setiap hari selalu ada. tapi sekarang sudah sepi. Kalau sekarang yang datang dari daerah sini saja,” ungkapnya.
Baca juga: Inilah Sederet Kelebihan Motor Listrik United dengan Jarak Tempuh Hingga 100 Km
Menurutnya, dulu penyewa skuter tidak hanya anak-anak, tapi juga orang tua. Ia biasanya buka setiap hari mulai sekitar pukul 5.00 sampai 22.00 WIB.
“Meski saat ini sepi, namun untuk hari-hari spesial seperti saat bulan puasa dan weekend biasanya masih ada pelanggan yang datang untuk menyewa skuter,” tandas Musthofa.
Editor: Ahmad Muhlisin

