31 C
Kudus
Minggu, April 14, 2024

Dosen Undip Minta Pola Penanaman Mangrove di Demak Dievaluasi

BETANEWS.ID, DEMAK – Konsultan Perikanan Tangkap sekaligus Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kukuh Eko Prihantoko, menyoroti kerusakan mangrove yang ada di pesisir Kabupaten Demak.

Menurutnya, kerusakan mangrove di Demak diperparah dengan kondisi penurunan muka tanah dan gelombang tinggi. Hal itu menyebabkan terjadinya erosi sehingga menyulitkan mangrove hidup di lingkungan tersebut.

“Ada dua faktor kerusakan itu, karena land subsidence dan gelombang tinggi. Tapi memang penanaman itu harus terus dilakukan,” katanya pada betanews.id, Kamis (31/8/2023).

Baca juga: LBH Kota Semarang Soroti Rusaknya Mangrove Demak Akibat Pembangunan

Data Dinas Kelautan dan Perikanan Demak pada 2020, jumlah luas mangrove sebesar 1.391,40 hektare dengan abrasi pantai 1.473 hektare. Dengan melihat situasi tersebut, perlu adanya penanganan serius untuk menjaga keberlangsungan mangrove di pesisir Demak.

“Penanganan mangrove di Demak itu bisa dilakukan dengan cara soft, hard, atau kombinasi. Soft itu dengan melakukan penanaman dan pemeliharaan mangrove secara terus menerus. Sedangkan hard dengan membuat bangunan untuk melindungi itu,” terangnya.

Di sisi lain, Kukuh menyoroti program penanaman mangrove di pesisir Demak yang perlu dievaluasi agar tidak menyia-nyiakan anggaran karena kurangnya kajian tentang mangrove.

Baca juga: Menjaga Hutan Mangrove, Langkah Dukuh Bedono Bentengi Diri dari Kenaikan Permukaan Laut

“Tinggal lihat saja pola penanaman di Demak, itu tanam rawat atau tanam tinggal. Seharusnya itu dievaluasi kembali, bukan jumlah yang ditanam tapi hasil yang ditanam nanti berapa yang hidup,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar mangrove yang masih ada di Demak dapat dilakukan perawatan berkelanjutan. Melalui perhatian pola tanam yang ideal dan waktu untuk melakukan.

“Menurut saya, mangrove yang sudah ada di titik-titik sudah eksis itu dilindungi secara mix. Mangrove yang ditanam itu perlu perawatan, selain itu dari segi waktu penanaman jangan dilakukan saat gelombang tinggi saat November- Januari,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Sekarwati
Sekarwati
Sekarwati adalah reporter Beta News yang bergabung pada 2022. Pernah menempuh pendidikan di UIN Walisongo Semarang Jurusan Komunikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER