31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

Teriknya Kemarau Untungkan Pembuat Kerupuk Udang di Demak

BETANEWS.ID, DEMAK – Musim kemarau selalu ditunggu-tunggu pembuat kerupuk udang di Dukuh Bongkol Indah, Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Teriknya matahari sepanjang hari dimanfaatkan masyarakat untuk memproduksi kerupuk dalam jumlah yang banyak.

Salah satu yang menanti kemarau itu adalah Aneko Zaroh (42) atau akrab disapa Eko. Saat musim kemarau, produksi kerupuk udang di Anfa Jaya dalam sehari bisa sampai puluhan kilogram. Sedangkan selama sebulan, ia dapat membuat kerupuk udang sebanyak setengah kuintal.

“Rata-rata produksi bisa 6 kilogram. Kalau musim kemarau ya bisa lebih 10 kilogram. Sekitar 50 kilogram dalam sebulan,” katanya pada betanews.id, Sabtu (1/7/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Dukuh Bongkol Indah Jadi Magnet Pencari Kerupuk Ikan di Demak, Sudah Terkenal Sejak Dulu Kala

Tidak hanya itu, Eko juga melebihkan jumlah produksinya saat musim kemarau. Hal itu ia lakukan untuk membuat stok kerupuk udang saat menghadapi musim hujan.

“Kalau musim penghujan itu susah, kadang tidak buat sama sekali karena takut kerupuknya berjamur. Jadi pas musim kemarau ini produksinya dilebihkan untuk stok,” terangnya.

Saat musim kemarau, kerupuk udang dapat mengering secara maksimal sekitar satu setengah hari. Berbeda dengan musim hujan, yang dapat memakan waktu pengeringan hingga dua sampai tiga hari.

“Stok kerupuk pas musim hujan biasanya satu bulanan. Ketika panas seperti ini, buat banyak sekalian biar pas hujan tidak usah,” imbuhnya.

Baca juga: Berkunjung ke Kalitekuk, Sentra Kerupuk Tayamum di Demak

Selain kerupuk udang, Eko juga membuat kerupuk tengiri dan ikan asin. Biasanya ia setorkan kepada pemasok ke beberapa pasar di kecamatan Wedung, atau dijual untuk oleh-oleh wisatawan.

“Satu kilogram kerupuk udang harganya Rp30 ribu, kalau yang seperempatnya Rp7,5 ribu,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER