Setda Demak Tegaskan Nilai Obat Kadaluwarsa Tak Sampai Rp 600 Juta

BETANEWS.ID, DEMAK – Sempat menimbulkan tanda tanya dan menjadi sorotan, akhirnya Setda Demak buka suara soal nilai obat kadaluwarsa yang disebut mencapai angka Rp 600 Juta.

Kabag Ekonomi dan SDA Setda Demak, Arief Sudaryanto, menegaskan menegaskan nilai obat kadaluwarsa di PT Demak Sarana Sejahtera (DSS) tidak mencapai Rp 600 juta, melainkan hanya Rp 22 juta.

Baca Juga: Nasib Anak Tiga Desa di Demak Melawan Perubahan Iklim

-Advertisement-

Diketahui, dalam rapat paripurna terhadap pandangan umum fraksi-fraksi, Senin (10/7/2023) dewan sempat menyoroti pemusnahan obat kadaluwarsa senilai Rp 600 juta yang dinilai janggal.

Arief menyangkal dan menyebut pemusnahan obat kadaluwarsa senilai Rp 600 juta bukan masuk dalam PT DSS yang merupakan naungan dari BUMD Demak. Ia justru menilai, permasalahan tersebut ditujukan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Demak.

“Kalau kita cari data sebenarnya itu bukan dari PT DSS, barangkali mungkin itu dari Dinas Kesehatan,” katanya saat ditemui di kantor Sekda Demak, Jumat (28/7/2023).

Kendati demian, lanjut Arief pemusnahan obat kadaluwarsa di PT DSS, hanya mencapai nilai Rp 22 juta dari penggunaan belanja obat tahun 2022 sebanyak Rp 16 Miliar.

“Beberapa jenis obat ada yang kimia dan herbal. Itu memang setiap tahun kan ada yang namanya stok opname nanti dipilih yang sekiranya hampir kadaluarsa, ” imbuhnya.

Ia menerangkan, dalam proses pemusnahan obat kadaluwarsa di PT DSS, sebelumnya sudah melalui beberapa tahap pemilihan yang dilakukan di pabrik.

“Ada dua proses pemilihan, seperti dari pabrik khususnya herbal, ada juga yang direture diganti oleh mereka, ada juga yang tidak diganti. Lah ini yang dimusnahkan,” terangnya.

Baca Juga: Bupati Demak Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Pungutan Liar di Sekolah

Adapun penjualan obat di PT DSS diedarkan melalui anak perusahaan Sari Husada yang membawahi sembilan apotek di Demak.

“Mereka menjual secara eksternal dan internal. Mereka mempunyai anak perusahaan Sari Husada yang memiliki sembilan apotek dipasok oleh PT DSS. Kemudian ada apotek luar, misalnya swasta, puskesmas, dokter, dan lain-lain,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER