31 C
Kudus
Kamis, Februari 29, 2024

LBH Semarang: ‘Jangan Salahkan Korban Kekerasan Seksual’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami salah seorang mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendapat perhatian dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang. Sebagaimana gencar di media sosial, korban melalui akun twitternya marjorie @jelchoc angkat bicara tentang peristiwa dugaan pelecehan seksual oleh pelaku berinisial FAY. Saat terjadi pada 2021, pelaku masih berstatus sebagai Ketua UKM Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) Unnes.

Atas speak up tersebut, LBH Semarang pun memberikan apresiasi dan dukungan kepada korban. Pihaknya juga berharap agar setiap korban kekerasan seksual juga berani angkat bicara.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Mahasiswi, BEM KM Unnes Desak Pelaku Segera Disanksi

Direktur LBH Semarang, Eti Oktaviani, mengatakan, proses angkat bicara oleh korban dalam kasus kekerasan seksual bukanlah hal mudah. Kendati saat ini sudah ada Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), belum tentu korban dengan mudah atau mempunyai keberanian untuk angkat bicara, apalagi menempuh jalur hukum.

Menurutnya, beban psikis yang diderita korban sangat berat untuk memulai angkat bicara. Terlebih korban juga harus menghadapi persoalan sosial yang saat ini cenderung tidak memberi perlindungan kepada korban kekerasan seksual.

Secara umum Eti menjelaskan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan victim blamming, yaitu perilaku menyalahkan korban kekerasan seksual atas peristiwa yang menimpanya, misalnya seperti pemilihan busana atau lingkungannya.

“Artinya kekerasan seksual tidak memandang ekspresi korban, tidak memandang di mana tempat itu ada, tapi bagaimana (isi) kepala si pelaku itu yang bermasalah,” terang Eti di Kantor LBH Semarang, Sabtu (15/7/2023).

Baca juga: Pencegahan Kasus Kekerasan Seksual di Jepara Belum Maksimal

Sementara perihal penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami mahasiswi Unnes, Eti mengapresiasi penanganan yang dilakukan BEM KM Unnes dan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unnes. Menurutnya, hal ini adalah proses yang menggembirakan karena saat ini sudah semakin banyak lembaga yang aware dengan kasus-kasus kekerasan seksual.

Pihaknya juga mendorong lembaga-lembaga kemahasiswaan dan kampus di universitas lainnya untuk juga pro aktif ketika ada persoalan kekerasan seksual di tempatnya masing-masing.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER