BETANEWS.ID, KUDUS – Barisan polybag berisi bibit tanaman holtikultura berjajar rapi di sebuah pelataran rumah warga Desa Gondangmanis RT 3 RW 3, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Senyum salamun menyeringai sesekali kepada jurnalis Betnews.id di sela-sela aktivitas memupuk bibit tersebut.
Usai itu, Salamun kemudian berbagi kisah tentang usahanya yang dimulai sejak awal 2023 ini. Ia menuturkan, dengan memanfaatkan halaman rumahnya, ia bisa menghasilkan cuan Rp 4 juta hingga Rp 6 juta dalam sebulan.
Baca Juga: Dibekali Pelatihan Kewirausahaan di RUS Animation Studio, Mahasiswa PGSD UMK Siap Jadi Edupreneur
“Karena pembibitan tanaman holtikultura saat ini sedang digandrungi dan permintaan pasar tinggi. Sehingga untuk penjualan dalam sehari saat ini bisa menghasilkan antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu,” katanya saat ditemui di lokasi pembibitan tanaman, Selasa (25/7/2023).
Awal mula Salamun menekuni dan berfokus pada usaha pembibitan tanaman holtikultura itu saat mendengar keluhan istrinya dengan mahalnya harga kebutuhan pokok dapur seperti cabai dan lain sebagainya.
Pria berusia 41 tahun yang awalnya fokus pembibitan jambu kristal sejak 2018 lalu itu, kemudian beralih dan fokus pembibitan tanaman holtikultura di awal tahun ini. Dengan bibit unggul yang mulai disemainya itu, Salamun kini sudah dipercaya pembeli dari berbagai daerah, meski dikatagorikan sebagai pemain baru.
“Saya gunakan lahan seadanya, karena memang punya lahannya di sini. Selain itu dengan tanaman yang ditanam di depan rumah bisa membawa suasana asri dan sejuk,” ungkapnya.
Menurutnya, pembeli hingga saat ini tidak hanya dari Kudus saja. Tetapi ada juga dari Pati, Jepara, Demak, hingga Semarang. Bahkan ia mengaku sampai kewalahan melayani permintaan pasar yang begitu tinggi.
“Biasanya kalau weekend sampai kewalahan, tanaman holtikultura saat ini menjadi sorotan masyarakat. Karena memiliki potensi cepat berbuah dan pangsa pasar tinggi,” jelasnya.
Salamun menjelaskan, ditempatnya itu menyediakan berbagai macam tanaman. Di antaranya meliputi, bibit pepaya California, pepaya Thailand, pepaya Taiwan, tomat, terong ungu, cabai merah, cabai rawit setan, beras merah, dan masih banyak lagi.
Baca Juga: Ribuan Orang Tumpah Ruah Antre Nasi Jangkrik Sunan Kudus Sejak Subuh
“Untuk harga bibit mulai dari seribuan hingga Rp 5 ribu per bibitnya dengan tinggi 10-15 sentimeter. Sedangkan untuk harga tanaman yang siap berbuah mulai dari harga Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu,” rinci bapak dua anak tersebut.
Ia menambahkan, tanaman yang paling banyak diminati oleh pembelinya di sana adalah cabai, terong, dan pepaya. “Sampai kemangi pun juga laku terjual,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

