BETANEWS.ID, KUDUS – Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul, Selasa (24/7/2023) ikut hadir di Kudus mendampingi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan untuk konsolidasi partai. Bambang Pacul sendiri merupakan kader partai berlambang banteng moncong putih sekaligus ketua Komisi lll Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Nama Bambang Pacul sangat dikenal oleh publik dengan istilah “Korea”. Dalam kunjungannya di Kota Kretek, Pacul ditanya oleh awak media, apakah Bupati Kudus saat ini termasuk ‘Korea’?.
Baca Juga: Ketua DPRD Kudus Blak-Blakan Bilang Begini Soal Kinerja Hartopo
Menjawab hal itu, Pacul menjelaskan ciri ‘korea’ yang dimaksud adalah seorang pemimpin yang pernah mengalami kemiskinan dalam hidupnya. Bahkan, yang top itu miskinnya sampai tidak tahu kapan bisa makan.
“Kalau puasa kan tahu kapan akan berbuka, tapi kalau ‘korea’ jenis ini gak tahu kapan berbuka atau makannya,” ujar Pacul kepada Betanews.id saat mendampingi Puan Maharani di Dahlia Bordir.
Seseorang yang pernah mengalami miskin yang disebutnya tadi, lanjut Pacul, akan merubah karakternya secara luar biasa. Jika jadi pemimpin, maka orang tersebut akan mempunyai empati tinggi kepada si miskin.
“Punya empati kepada rakyat maher, empati kepada yang menderita. Lha bupatimu (Bupati Kudus) sekarang punya empati kepada rakyat yang menderita apa gak? cek itu,” tanya pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappillu) PDI Perjuangan.
Artinya, kata Pacul, program-program bupati tersebut yang ditata dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan kebijakan politiknya berpihak kepada mereka yang miskin.
“Tinggal dilihat, APBD Kudus dipakai menguatkan orang-orang lemah, orang-orang miskin apa tidak. Jika iya, nah itu ada ciri-ciri ‘Koreanya’,” ungkap Pacul.
Baca Juga: Buka Orientasi PPPK, Hartopo: ‘Tanamkan 4 Sehat 5 Sempurna Sebagai Pedoman Abdi Negara’
Menurutnya, contoh ‘Korea’ yang dimaksud itu ada pada sosok Presiden Jokowi. Selain kebijakannya berpihak kepada rakyat kecil, beliau juga petarung dan nyalinya gede.
“Ciri-ciri ‘Korea’ itu keberpihakannya kuat sekali pada si miskin. Kau lihat pak Jokowi, kebijakanya itu berpihak Kepada orang menderita, kepada marhen kuat sekali, begitu,” imbuhnya.
Editor Haikal Rosyada

