BETANEWS.ID, JEPARA – Puluhan kaligrafi tampak terjajar di depan rumah yang berada di Desa Kalipucang Kulon RT 04 RW 02, Kecamatan Welahan, Jepara. Kaligrafi yang terpajang rapi itu tak lain adalah milik Ainur Rozaq (25), yang merintis bisnis bermodalkan ilmu dari pesantren.
Ditemui di kediamannya, Rozaq, sapaan akrabnya, menceritakan awal mula membuka bisnis kaligrafi. Dia mendapat ilmu kaligrafi dari pondok pesantren, tepatnya di Pondok Pesantren Balekambang yang berlokasi di Desa Gemiring Lor, Kecamatan Nalumsari, Jepara.

“Saat saya masih duduk di bangku Madrasah Aliyah, ada kursus pendalaman khot kaligrafi. Jadi saya ikut kursus tersebut hingga punya modal ilmu kaligrafi ini,” ucap pemuda lulusan Fakultas Ekonomi IAIN Kudus itu.
Baca juga: Tak Disangka, Kaligrafi Bernilai Jual Tinggi Ini Ternyata Terbuat dari Berbagai Limbah
Setelah lulus Madrasah Aliyah, Rozaq kemudian kerja di tempat pembuatan kaligrafi. Selain untuk menambah pengalaman, ia juga terus mengasah kemampuannya dalam membuat kaligrafi selama satu tahun bekerja.
Setelah merasa cukup mendapat pengalaman, Rozaq akhirnya memberanikan diri untuk membuka usahanya sendiri. Setelah berjalan beberapa tahun, Rozaq mengaku sempat berhenti memproduksi kaligrafi lantaran kesibukan di kampus. Ditambah lagi karena adanya pandemi Covid-19.
“Sebenarnya pesanan lancar. Tapi saya agak susah mengatur waktunya saat di akhir-akhir kuliah. Jadi ya sempat berhenti dulu agar bisa fokus kuliah,” terangnya saat ditemui, belum lama ini.
Ukiran kaligrafi yang diproduksi Rozaq ada dua jenis, yakni kaligrafi 2D dan 3D. Bahannya juga bervariasi, di antaranya almunium, kuningan, prada, fiber, dan foil. Jenis ukirannya bermacam-macam, mulai dari ukiran pohon Asmaul husna, lafaz Allah & Muhammad, Ayat kursi, jam dinding ukiran kaligrafi hingga ayat-ayat Alquran.
“Alhamdulillah pesanan lancar. Dalam proses produksi, sekarang saya dibantu tiga orang. Ya masih saudara juga,” kata Rozaq.
Selain menjual dan memproduksi, Rozaq juga menerima pesanan seperti pigura kenang-kenangan, frame foto, hantaran nikah, dan kado wisuda. Harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai Rp100 ribu hingga Rp3 juta. Harga tersebut menyesuaikan tingkat kerumitan dan besarnya ukuran.
Rozaq melanjutkan, untuk saat ini pemesanan kaligrafi melalui Facebook Marketplace, Instagram dan TikTok (@ZArt.Jepara). Rozaq mengaku, bahwa penjualan kaligrafinya sudah sampai ke berbagai kota bahkan hingga luar jawa.
“Kalau pembeli mulai dari warga Jepara sampai luar provinsi. Ada yang dari Kalimantan dan Sumatera juga,” ucap Rozaq.
Penulis: Abdul Hakim, Mahasiswa Magang UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

