31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Bank Sampah di Semarang Mampu Atasi 200 Ton Sampah Harian yang Tak Terkelola TPA

BETANEWS.ID, KUDUS – Dari sekitar 1.200 ton sampah harian di Kota Semarang, hanya sekitar 1.000 ton yang mampu dikelola Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Karenanya, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun menggandeng masyarakat dan komunitas-komunitas pemerhati lingkungan untuk mengolah sampah dari sektor hulu. Salah satunya lewat pendirian bank-bank sampah.

Kepala DLH Kota Semarang, Bambang Suranggono, mengatakan, saat ini sudah ada 500 bank sampah yang tersebar di beberapa wilayah. Bank-bank sampah dari tingkat RT hingga RW tersebut berfungsi memilah sampah-sampah organik dan anorganik yang juga menghasilkan pendapatan bagi warga yang menjadi anggota bank sampah. Dari pemilahan bank-bank sampah RT/RW ini kemudian didaur ulang di bank sampah induk di kelurahan dan kecamatan.

Baca juga: Cerita Pasangan Suami Istri yang Ubah Sampah Plastik Jadi Lukisan Unik

-Advertisement-

Selanjutnya di bagian hilir, DLH ambil peran mengumpulkan sampah dari bank-bank sampah untuk dibawa ke TPA.

“Saat ini bank sampah yang besar dengan anggota sampai 400 orang ada di Bank Sampah Mulyo Sedoyo di Brumbungan. Kalau sampah plastik seperti botol minuman plastik, treatmentnya bisa sampai memisahkan tutup dan melepas merek, bisa dijual dengan harga Rp4.500. Yang Rp500 untuk pengganti transport anggotanya,” terang Bambang.

Bambang menargetkan pertumbuhan bank sampah hingga Desember mendatang mencapai 1.000 unit. Ini sejurus target 30 persen pertumbuhan bank sampah pada 2025 dengan asumsi jumlah sampah yang maksimal mencapai 1.300 ton per hari, berdasarkan pertumbuhan penduduk yang sejalan bertambahnya jumlah produksi sampah.

Di APBD 2023 ini, Pemerintah Kota Semarang telah menganggarkan pengadaan kontong pilah sampah untuk disalurkan ke rumah-rumah warga sebagai percontohan pengelolaan sampah. Selain itu pengadaan lainnya meliputi tong-tong sampah pilah yang akan disalurkan ke tingkat RW.

Baca juga: Solo Kini Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah yang Bisa Hasilkan 8 Megawatt

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menambahkan, saat ini persoalan sampah bukanlah hal kecil. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus bisa bergerak bersama dalam menangani persoalan sampah. Ia pun menyebut nama Nugroho Widiasmadi yang menerima penghargaan Kalpataru 2023 kategori pembina lingkungan dari Menteri Lingkungan Hidup sebagai contoh peran serta warga dalam pelestarian lingkungan hidup.

“Kita harus bersama-sama menyuarakan tentang pentingnya lingkungan yang bersih. Termasuk sekarang banyak rumah-rumah yang membelakangi sungai, yang bikin sampah dari rumah tangga ikut terbawa aliran sungai,” jelas Iswar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER