31 C
Kudus
Rabu, Januari 28, 2026

SMP 3 Bae Kudus Kekurangan 44 Siswa, PPDB Bakal Diperpanjang

BETANEWS.ID, KUDUS – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Kudus ditutup hari ini, Jum’at (23/6/2023) pukul 11:00 WIB. Namun, hingga batas waktu ditentuntukan jumlah yang mendaftar di SPM 3 Bae masih kurang 44 siswa.

Kepala SMP 3 Bae Kudus, Noor Hidayah mengatakan, kuota untuk peserta didik baru di sekolah yang dipimpinnya sebanyak 256. Hingga saat ini (pukul 11:00 WIB) yang mendaftar jadi peserta didik baru di SMP 3 Bae baru sebanyak 212 siswa.

Baca Juga: Hartopo Canangkan Semua Desa di Kudus Punya Ambulans, Anggarannya dari Sini

-Advertisement-

“Artinya untuk memenuhi kuota, pendaftar masih kurang sekitar 44 siswa,” ujar perempuan yang akrab disapa Ida kepada Betanews.id saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (23/6/2023).

Lebih lanjut Ida mengungkapkan, PPDB dilaksanakan selama lima hari dengan sistem daring. Karena belum memenuhi kuota, rencananya PPDB akan diperpanjang, tapi dengan sistem Offline.

“Tujuannya agar ada tambahan pendaftar siswa baru hingga nanti kuotanya bisa terpenuhi. Namun untuk teknisnya, nanti kami nunggu arahan dari Disdikpora (Dinas Pendidikan dan Olahraga),” bebernya.

Menurut Ida, bahwa kekurangan siswa bukanlah hal baru bagi sekolah SMP yang berhadapan langsung dengan makam Tionghoa tersebut. Pasalnya, di tahun lalu kekurangan siswa di SMP 3 Bae Kudus bahkan lebih banyak.

“Tahun lalu kami juga kekurangan siswa. Bahkan jumlahnya lebih banyak dan hanya terisi lima kelas dari depalan kelas yang ada,” ungkapnya.

Ida mengungkap, beberapa faktor yang menjadikan SMP 3 Bae selalu kesulitan memenuhi kuota siswa baru. Hal itu dikarenakan, di satu Kecamatan Bae terdapat empat sekolahan SMP.

Baca Juga: Sengkarut Dana Hibah KONI Kudus, Kejaksaan Berencana Periksa Sejumlah Atlet

Sementara letak SMP 3 Bae cukup dekat dengan SMP 2 Bae dan lokasinya tidak berada di tengah pemukiman pada penduduk. Sebenarnya untuk wilayah zonasi SMP 3 Bae Kudus cukup luas ada 20 desa dan kelurahan.

“Namun, di 20 desa itu ada SMP yang lebih dekat. Sehingga para peserta didik baru lebih memilih sekolah yang lebih dengan rumah mereka,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER