Selama 2 Hari Anak Budiati Tak Tahu Ibunya Meninggal, Hanya Bisa Peluk dan Makan Seadanya

BETANEWS.ID, PATI – Gunadi (61) tampak menggenggam erat figura berisi foto Budiati (31) yang mengenakan baju adat pengantin. Mata ayah korban penganiayaan oleh suaminya hingga meninggal itu tampak masih merah dan sembab.

Dengan nada agak pelan, Gunadi membuka cerita pertemuannya dengan sang anak sebelum kejadian yang memilukan itu. Warga Desa Karangrejo, Kecamatan Juwana itu mengatakan bahwa pada Sabtu (10/6/2023), ia mengunjungi cucu-cucunya di Perumahan Griya Pesona Dukuh Ngipik, Desa Kutoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati untuk memberi uang jajan.

“Saat itu, anak saya menangis sambil matanya melirik suaminya. Dia menangis sambil tangannya menekan bagian tubuhnya yang sakit. Ternyata dia dipukuli pada hari Jumat (9/6/2023),” ungkap Gunadi saat ditemui, Jumat (16/6/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Seorang Ibu di Pati Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Memeluk Bayinya

Ia pun sempat melihat menantunya pada saat itu, yaitu Mashuri, tapi tidak mengobrol lantaran mengaku tidak cocok dengan menantunya tersebut. Gunadi pun sebenarnya sudah  menduga, bahwa meninggalnya sang putri lantaran adanya kekerasan dalam rumah tangga. Dugaan ini semakin kuat usai ia melihat kondisi jenazah korban.

”Ini ada hitam, selaput mata tidak melekat dua-duanya, dadanya hitam, paru-paru hitam, ada bekas benturan di tubuh. Tidak mungkin kalau anak saya tidak dihajar,” ungkapnya.

Gunadi mengatakan, sebelum diketahui bahwa putrinya itu telah meninggal, cucu-cucunya tidak mengetahui bahwa ibunya sudah tiada.

“Jadi selama hampir dua hari dua malam mereka terlantar. Makan apa saja yang ada di kulkas. Begitu makanan di kulkas habis ya sudah,” kata dia.

Baca juga: Suami Ibu yang Ditemukan Meninggal Sambil Memeluk Bayinya Ditetapkan Jadi Tersangka

Menurutnya, orang yang kali pertama mengetahui bahwa Budiati telah meninggal bukanlah Mashuri, melainkan Ketua RT setempat.

“Ketahuannya itu karena anak yang bayi nangis lama tidak diberi susu. Akhirnya Pak RT mendobrak pintu dan melihat anak saya sudah meninggal. Lalu Pak RT lapor polisi. Setelah Pak RT datang, baru suami anak saya pura-pura datang dan bertanya-tanya apa yang terjadi dan teriak minta tolong,” jelasnya.

Ketika ada warga yang melapor polisi, disebutnya Mashuri sudah ketakutan. Saat itu, Mashuri tampak gelisah. Dia merokok satu-dua hisapan lalu rokoknya dibuang sebelum habis. Seperti itu berulang kali. Mashuri juga terus memegangi kepalanya. Dari situlah Gunadi menaruh curiga. Makanya Gunadi berharap Mashuri bisa dihukum seberat-beratnya.

Baca juga: Kronologi Penganiayaan Seorang Ibu di Pati Oleh Suaminya hingga Meninggal, Motifnya Cemburu

“Saya ikhlas atas kepergian anak saya. Saya doakan diterima di sisi Allah. Tapi jangan sampai anak saya mati konyol, nyawanya direndahkan. Karena itu pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Kalau hukumannya ringan, saya berani membunuh (pelaku) dan rela dipenjara,” tegasnya.

Saat ini, anak sulung dan anak kedua Budiati dirawat oleh Gunadi di rumahnya. Sementara, anak bungsu masih bayi saat ini masih mendapat perawatan di RSUD Soewondo Pati. Sedangkan Mashuri, polisi telah menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus ini.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER