Satu Jemaah Calon Haji Jepara Gagal Pergi Haji Karena Meninggal Dunia

BETANEWS.ID, JEPARA – Satu jemaah calon haji asal Jepara dipastikan gagal pergi haji karena meninggal dunia. Jemaah tersebut sedianya akan berangkat bersama kelompok terbang (kloter) 83 pada Minggu (18/6/2023) pukul 1.00 WIB.

Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta, mengatakan, Kabupaten Jepara pada tahun ini memberangkatkan 1.458 jemaah calon haji yang terdiri dalam tujuh kloter. Kloter 82 yang berangkat perdana siang tadi berjumlah 104 jemaah, kloter 83 berjumlah 352 jemaah, tapi berkurang satu karena satu calon jemaah meninggal.

Kemudian kloter 84 dan 85 berjumlah 352, dan kloter 86 berjumlah 264 jemaah, dan akan berangkat bersama dengan calon jemaah dari Kabupaten Kudus. Sedangkan dua kloter lainnya yaitu kloter 94 dan 94C berjumlah 35 jemaah haji.

-Advertisement-

Baca juga: Satu Calhaj Pati Terancam Gagal Pergi Haji Tahun Ini Karena Sakit

“Untuk tahun ini ada 1.458 jemaah haji dengan total tujuh kloter yang akan diberangkatkan mulai hari ini sampai dengan hari Minggu,” katanya.

Karena didominasi oleh para Lansia, Edy berpesan kepada para pendamping dan petugas kesehatan jemaah haji untuk menganggap para calon jemaah sebagai orang tua sendiri sehingga pelayanan yang diberikan dapat berjalan dengan baik.

“Memang kebanyakan lansia, jadi kami pesan kepada petugas kesehatan anggaplah para lansia ini seperti orang tua sendiri, sehingga apapun kebutuhan disana dapat dilayani dengan baik,” harapnya.

Ada yang menarik dalam pelepasan jemaah haji di Pendapa Kabupaten Jepara itu. Saat calon jemaah hendak masuk ke dalam bus, terlihat tiga orang anak kecil menangisi keberangkatan mereka. Rupanya, anak kecil itu menangisi ayahnya yang akan meninggalkan mereka untuk waktu cukup lama.

Baca juga: Kisah Buruh Tani dan Penjual Kerupuk Keliling di Kudus yang Naik Haji dari Nabung Uang Receh

Menurut sang ibu, Devi Elin (31), ketiga anaknya itu memang dekat dengan ayahnya. Tahun ini, ia tak bisa menemani suaminya pergi haji karena beda tahun mendaftar.

“Karene deket sama papanya pas kebetulan papanya berangkat jadi mereka nangis. Cuma ya kita kasih pengertian karena memang papanya mau ibadah bukan buat main-main. Jadi biar anaknya kuat di tinggal, biar papanya di sana ibadahnya juga tenang, cuma ya namanya anak-anak, wajarlah,” katanya.

Devi menuturkan bahwa sang suami sudah mendaftar haji sejak tahun 2011 dan baru pada tahun ini bisa berangkat haji. Sedangkan ia sendiri juga ikut mendaftat haji hanya saja di tahun yang berbeda sehingga tidak bisa berangkat bersama.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER