BETANEWS.ID, PATI – Menggunakan tangga yang terbuat dari bambu, seorang pria tampak sedang memetik buah jambu air. Jambu-jambu itu terlihat terbungkus plastik, agar tidak mudah busuk. Jambu-jambu yang sudah terpetik itu, kemudian dimasukkan ke dalam keranjang kecil yang dibawa naik ke atas pohon tersebut. Setelah terisi penuh, kemudian keranjang tersebut dibawa turun.
Pria bernama Rosyidi tersebut mengatakan, jambu-jambu yang dipetiknya itu merupakan buah khas dari Kayen, Pati, yaitu Jambu Ijo Lumut. Menurutnya, Jambu Ijo Lumut itu memiliki rasa yang lebih manis dan segar. Apalagi, saat musim kemarau, jambu tersebut akan lebih terasa lebih enak.
“Ini namanya Jambu Ijo Lumut. Ukurannya besar dan rasanya lebih manis, meskipun warnanya cenderung hijau. Ini khas Kayen, asli dari sini,” ujar Rosyidi.
Baca juga: Hasil Lebih Menjanjikan, Suyadi Ajak Petani Beralih dari Padi ke Jambu Kristal
Ia menyebut, Jambu Ijo Lumut tersebut biasanya dipasarkan ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Menurutnya, kalau sedang musim panen, permintaan Jambu dari Kayen itu sangat banyak, baik dari lokal Pati maupun luar daerah.
Untuk harga, Rosyidi menyebut, per satu kilogramnya bisa sampai dengan Rp18 ribu. Harga ini bisa lebih mahal dari jambu daerah lain, karena keunggulan rasa dan ukurannya.
“Iya karena memang rasanya lebih manis. Jadi memang harganya juga lumayan mahal, bisa Rp 18 ribu per kilogramnya,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk satu tahun, Jambu Ijo Lumut bisa panen hingga tiga kali.
Editor: Ahmad Muhlisin

