31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Hutan Karimunjawa Dibabat untuk Bangun Hotel, Monyet Ekor Panjang Mulai Serang Permukiman

BETANEWS.ID, JEPARA – Pelaksana tugas (Plt) Camat Karimunjawa, Mu’adz mengatakan bahwa sudah dua sampai tiga bulan ini masyarakat Karimunjawa diresahkan dengan adanya serangan dari monyet ekor panjang.

Mu’adz bercerita bahwa satu bulan lalu, saat ia baru saja selesai ziarah dari makam Sunan Nyamplungan, memang banyak monyet ekor panjang yang berada di sekitar area makam. Namun, keberadaan monyet-monyet tersebut menurutnya tidak sampai mengganggu. Ketika didekati monyet tersebut sudah langsung pergi.

Kemudian saat ia melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa dan Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa memang terdapat serangan monyet ekor panjang yang mulai masuk ke rumah-rumah warga untuk mengambil makanan.

-Advertisement-

Baca juga: Edy Supriyanta Kembali Dilantik Jadi Pj Bupati Jepara, Diminta Selesaikan Persoalan Karimunjawa

“Setelah koordinasi dengan petinggi dan BTN disinyalir monyet turun gunung karena makanan di atas (di gunung) sudah habis. Sehingga seandainya dibolehkan itu di atas ditanami pohon-pohon yang ada buah-buahnya biar monyet merasa nyaman di atas tidak sampai menggangu rumah warga,” katanya pada Betanews.id, Selasa (13/6/2023).

Mu’adz kemudian bercerita bahwa saat ini kondisi hutan yang ada di Karimunjawa memang sudah banyak diisi oleh hotel-hotel. Kemudian banyak juga penambang batu yang mulai melakukan galian ke bukit-bukit yang berada di daerah atas.

“Hotel-hotel memang sudah sampai atas, terus pengambilan batu-batu untuk bangunan kan juga sudah sampai atas. Sehingga kalau habitatnya terganggu kan akibatnya monyet turun ke bawah, ” ujarnya.

Sementara dari Kepala BTN Karimunjawa, Widiastuti menjelaskan bahwa serangan monyet ekor panjang yang masuk ke lingkungan rumah warga memang sudah terjadi kurang lebih sejak dua tahun ini. Namun, baru sekarang serangan tersebut terjadi kian masif.

Baca juga: Petambak Udang Karimunjawa Membandel, Pemkab Jepara Akan Tempuh Jalur Hukum

“Dua tahun ini yang masif turun ke rumah masyarakat, tidak hanya turun kadang masuk ke dapur ambil telur. Sebelumnya dulu ada tetapi tidak semasif ini,” terangnya.

Dari pihak BTN sendiri bekerja sama dengan LSM setempat berupaya untuk melakukan mitigasi apa yang menjadi penyebab monyet-monyet tersebut berperilaku seperti itu.

“Kemarin kita sudah survei untuk hasilnya belum diketahui. Kalau memang ternyata persedian pakan kurang, nanti akan dilakukan penanaman buah-buahan sampai daerah batas biar nggak turun. Kalau misalnya habitatnya ada yang terganggu nanti sebelah mana baru kita lakukan perbaikan,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa habitat monyet ekor panjang memang berasal dari daerah Karimunjawa. Sehingga dalam penanganannya tidak bisa semudah dengan memindahkan ke tempat lain.

“Monyet ekor panjang memang endemik sana. Misalkan dipindah juga jadi pertimbangan. Misal dipindah habitatnya beda kan malah menyiksa. Jadi ini sedang dilakukan upaya biar masyarakat nya tidak merasa terganggu, satwa nya juga terselamatkan,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER