Deteksi Dini Penyakit Patek, Puskesmas Gembong Sasar Pondok Pesantren

BETANEWS.ID, PATI – Upaya pencegahan terhadap berbagai masalah kesehatan di masyarakat terus dilakukan oleh Puskesmas Gembong. Kamis (15/6/2023) ini, petugas Puskesmas Gembong menyasar Pondok Pesantren As-Salafiah yang ada di Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati. Para santri menjalani pemeriksaan kulit untuk mengetahui adanya paparan Frambusia.

Pelaksana Program Kusta Frambusia Puskesmas Gembong, Kurnianingsih, menuturkan, Frambusia yang juga disebut Patek atau Bubo adalah penyakit kulit menular menahun yang kambuhan. Penyebabnya adalah kuman Treponemapertenue.

“Penyakit ini banyak menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun. Frambusia dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui luka terbuka atau goresan di kulit. Cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan ruam kulit pada penderita frambusia,” ujar Kurnianingsih dalam rilisnya pada Kamis (15/6/2023).

-Advertisement-

Baca juga: RSUD Kudus Sentralkan Pelayanan Pasien Airborne atau Penyakit yang Menular Lewat Udara

Ia menyebut, gejala awal muncul biasanya berupa ruam merah pada kulit setelah dua sampai empat minggu kulit tersebut terpapar kuman. Ruam ini perlahan menyerupai seperti strawberi dengan tidak menimbulkan rasa sakit, namun gatal. 

Pada awalnya, frambusia hanya akan menyerang kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit ini, katanya juga dapat menyerang tulang dan sendi.

“Pada tahap sekunder, ruam kulit dapat muncul di berbagai bagian tubuh, seperti kaki, lengan, wajah, dan bokong. Penderita juga dapat memiliki ruam kulit yang terasa nyeri di telapak kaki,” ungkapnya.

Akibatnya, penderita mulai merasa sulit untuk berjalan dan mengalami perubahan pada gaya berjalan. Kondisi itu sering disebut dengan crab yaws.

Menurutnya, tahap sekunder juga mengakibatkan timbulnya peradangan pada lapisan terluar tulang dan pembengkakan jaringan di sekitar tulang jari-jari kaki. Peradangan ini, katanya juga dapat menimbulkan nyeri.

Baca juga: DKK Kudus Akan Masifkan Sosialisasi Terkait Ancaman Penyakit Gagal Ginjal Akut

Meskipun dalam skrining terhadap santri tersebut tidak ada temuan kasus frambusia, tapi pihaknya berharap kepada pihak pondok pesantren untuk tetap mewaspadai dengan cara menjaga kebersihan, yakni dengan menerapkan Poskestren. Pihak Puskesmas pun akan malakukan pemeriksaan secara berkala guna pencegahan yang lebih intensif.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantrean As-Salafiyah Bageng, Rusdi, memberikan apresiasi positif terhadap kegiatan tersebut.

“Selain sebagai upaya pencegahan dini, kegiatan ini juga merupakan rambu-rambu bagi para santri untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan menjaga kebersihan. Baik kebersihan diri maupun sanitasi lingkungan pondok pesantren,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER