Sendang Jodo di Kudus Ini Jadi Tempat Ikhtiar Para Jomlo untuk Dapat Pasangan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di Dukuh Jambean, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus terdapat sumber mata air bernama Sendang Jodo. Konon, air sendang berukuran empat meter persegi tersebut dipercaya masyarakat sekitar mempunyai banyak khasiat, di antaranya untuk memperlancar jodoh.

Juru kunci Sendang Jodo, Jupan, mengatakan, setiap malam Jumat Kliwon banyak pria maupun wanita yang belum menemukan pasangan hidup datang ke Sendang Jodo. Biasanya, orang yang berharap jodoh di Sendang Jodo akan diminta mengambil air yang udah didoakan untuk diminum atau cuci muka.

“Seringnya mereka ambil air. Tapi kalau mau mandi di Sendang Jodo malah lebih bagus,” beber pria yang sudah jadi juru kunci Sendang Jodo sejak empat tahun lalu itu, Sabtu (29/4/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Bisa Jadi Ikon Wisata Baru, Hartopo Minta Sendang Jodo Dibangun Gunakan Dana Desa

Selain untuk urusan jodoh, tutur Jupon, air Sendang Jodo juga dipercaya bisa memperlancar segala hajat, misal untuk berjualan agar laris, dan usaha agar lancar.

“Jodo inikan istilah Jawa yang berarti Jodoh. Bisa memperlancar jodoh, bisa juga orang yang mempunyai hajat apapun setelah berdoa dan ambil air di Sendang Jodo jadi cocok dan dikabulkan oleh Tuhan, karena berjodoh itu,” jelasnya.

Untuk ngalap berkah di Sendang Jodo, Kata Jupon, perlu menggunakan ubo rampe berupa kembang telon dan kemenyan. Ubo rampe itu dibawa oleh orang yang ngalap berkah dan nanti ia yang melakukan ritual dan doa.

“Setelah itu, orang yang ngalap berkah bisa ambil air atau mandi di Sendang Jodo,” jelas warga Dukuh Jambean, Desa Purworejo tersebut.

Baca juga: Banyak yang Ingin Dapat Jodoh hingga Sakti dengan Bertapa di Sendang Ini

Dia berkisah, Sendang Jodo konon sering digunakan mandi para bidadari. Bahkan penunggunya juga seorang bidadari bernama Den Ayu Sunti. Karena suatu hal Bidadari itu bertemu jodoh dengan seorang manusia bernama Mbah Kiai Abdul Karim.

“Karena bertemu jodoh itulah hingga Sendang yang dulunya bermana Widadari berganti nama jadi Sendang Jodo,” jelasnya.

Setiap setahun sekali tepatnya sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri atau lebaran ketupat, di Sendang Jodo diselenggarakan kirab. Semua warga dari Desa Purworejo datang ke Sendang Jodo dengan membawa kupat maupun lepet.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER