31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Ratusan Massa Ngamuk Karena Tak Bisa Nonton Konser Slank, Polisi Sampai Tembakkan Gas Air Mata

BETANEWS.ID, SEMARANG – Salah satu rangkaian perayaan hari jadi Kota Semarang ke-476 ternodai dengan kejadian rusuh pada konser Slank di Stadion Diponegoro, Minggu (21/5/2023) malam. Ratusan Slankers itu mengamuk setelah tak bisa masuk ke arena konser karena tidak memiliki bukti pendaftaran yang dibuka secara online.

Pendaftaran konser Slank yang digelar Pemerintah Kota Semarang ini memang dibuka gratis, tapi dengan kuota terbatas. Ini mengingat kapasitas stadion yang hanya bisa dimuat 10.000 orang.

Habisnya kuota pendaftaran nyatanya tak membuat para Slankers yang beberapa di antaranya datang dari luar kota, urung datang ke konser Slank tersebut. Alhasil mereka tertahan di pintu masuk stadion yang dijaga panitia dan aparat keamanan secara berlapis. Massa pun protes karena tidak kebagian jatah kuota pendaftaran.

-Advertisement-

Baca juga: Korea Selatan Lirik Kota Semarang untuk Kerja Sama Kebudayaan dan Pariwisata

Belum lagi Slank tampil, massa sudah mulai berdesakan di pintu masuk. Aparat keamanan dari polisi, tentara, dan Satpol PP langsung berjaga-jaga. Sesekali terdengar teriakan dari massa yang mendesak ingin masuk.

Barulah pukul 20.00 WIB, Slank mengawali konser dengan tiga lagu dolanan Jawa, Cublak-cublak Suweng, Gundul-gundul Pacul, dan Suwe Ora Jamu. Namun baru berapa lagu, tiba-tiba sang vokalis, Kaka menghentikan nyanyiannya. Ini karena di pintu masuk mulai terjadi kericuhan. Setelah Kaka meminta massa di luar stadion untuk tenang, Slank pun melanjutkan pertunjukan.

Namun lagi-lagi Kaka kembali menghentikan lagunya karena kericuhan mulai membesar. Polisi bahkan sempat menembakkan gas air mata. Kaka pun memprotes asap gas air mata yang sedikit terhembus masuk ke dalam stadion.

Sedangkan massa yang mengamuk merobohkan sekat antrean dan pintu masuk lorong stadion. Di ujung lorong berseberangan, polisi bertameng harus menghadapi lemparan batu dari massa. Bahkan lemparan batu juga sampai melintasi atap dan masuk ke dalam stadion.

Amukan massa tak kunjung mereda, seorang perwira dengan dilindungi polisi bertameng berusaha menembus hujan batu oleh massa. Setelah bernegosiasi, akhirnya polisi memutuskan untuk membolehkan massa masuk ke stadion. Kericuhan pun mereda. Massa berbondong-bondong masuk ke dalam stadion sambil bernyanyi mengikuti hentakan irama lagu pop rock Slank yang mulai dinyanyikan kembali.

Baca juga: Assegaf dan Nurul Terpilih Menjadi Denok Kenang Kota Semarang 2023

Namun, suasana kembali memanas ketika terjadi keributan di antara lautan penonton. Kaka dan personel lainnya, Bimbim, Ridho, Ivanka, dan Abdee bahkan harus berteriak ke pusat keributan. Mereka meminta penonton yang terlibat keributan untuk diamankan aparat.

“Bapak-bapak aparat sudah kasih masuk kalian, jadi jangan ribut,” lantang Kaka.

Setelah Slank kembali menyanyikan beberapa lagu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ita didampingi suaminya, Alwin Basri, naik panggung untuk meminta penonton menjaga ketertiban. Sebelumnya Ita dan beberapa tamu undangan di tribun VIP sempat diamankan keluar dari arena konser.

“Terima kasih kepada semuanya untuk menyukseskan perayaan HUT Kota Semarang,” tutup Ita dalam imbauannya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER