31 C
Kudus
Senin, Juli 22, 2024

Nasi Cokot di Rendeng Kudus Ini Bikin Banyak Orang Penasaran, Tiap Hari Selalu Ramai

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak sedang membuatkan pesanan pelanggan yang sudah menunggu di lapak Nasi Cokot di depan Lapangan Desa Rendeng, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Wanita tersebut tak lain adalah Eliana (38) pedagang Nasi Cokot.

Seusai melayani pembeli, wanita yang akrab disapa Lia itu kemudian bersedia berbagi informasi tentang penjualannya. Dia mengatakan, banyak pembeli yang penasaran dengan makanan yang dijual.

“Pas awal buka kemarin banyak yang penasaran dan banyak yang tanya. Karena mungkin warga Kudus belum begitu mengenal makanan Nasi Cokot ini. Sebenarnya di kota-kota besar sudah banyak yang jual,” beber Lia kepada Betanews.id, Selasa (23/5/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Penjual Pentol Telur Korea di Depan SMP 1 Mejobo Ini Laku hingga 800 Butir Sehari

Ia menjelaskan, Nasi Cokot merupakan makanan yang menyediakan berbagai varian menu untuk lauknya. Cokot sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti digigit. Jadi untuk makanan ini menurut Lia sangat praktis, tanpa menggunakan sendok maupun piring saat memakannya.

“Jadi sangat simpel dan praktis. Karena tidak harus menggunakan sendok dan piring, tinggal dicokot saja. Apalagi makanan ini sangat cocok untuk bekal pekerja kantor dan bekal sekolah,” ucap ibu dua anak tersebut.

Menu khas di sana, kata Lia, ada ayam suwir pedas dan ikan teri sambal matah. Selain itu juga ada menu lain seperti ayam rendang, ayam teriyaki, ikan kemangi, dan semur. Menurutnya, banyak pembeli yang menyukai menu ayam suwir, karena jarang ditemui.

“Untuk harganya semua sama yaitu Rp7 ribu per porsinya. Alhamdulillah untuk respon masyarakat sangat bagus dari awal jualan hingga saat ini,” ungkapnya.

Baca juga: Gethuk Gembul, Cara Baru Menikmati Jajanan Jadul yang Kini Jadi Oleh-Oleh Khas Rahtawu

Usaha yang sudah berjalan satu bulan terakhir ini, lanjutnya, mampu menjual setidaknya 30 porsi hingga 50 porsi dalam sehari. Menurutnya, dari semua kalangan mulai anak-anak hingga orang dewasa sangat cocok dengan makanan tersebut, lantaran ada menu yang pedas dan tidak pedas.

Ia menambahkan, usaha itu merupakan pengalaman pertamanya, lantaran sebelumnya Lia merupakan ibu rumah tangga. Karena ingin mempunyai pendapatan sendiri dan ingin membatu suami, ia kemudian berjualan. Ide jualan yang belum pernah ada di Kudus itu, katanya, terinspirasi dari YouTube.

“Semoga semakin hari pelanggan semakin meningkat. Selain itu berencana untuk menambah menu, agar banyak pilihan menu untuk pembeli,” harapnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER