31 C
Kudus
Senin, Mei 27, 2024

Diduga Korupsi Dana Desa Rp 130 Juta, Mantan Kades Panjang Kudus Segera Disidang

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus dugaan korupsi dana desa yang dilakukan oleh mantan kepala Desa (Kades) Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus akan segera dilimpahkan ke pengadilan. Saat ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus sedang proses menyiapkan berkas penuntutan untuk persidangan nantinya.

Kepala Kejari Kudus Henriyadi W Putro mengatakan, kasus dugaan korupsi tersebut terjadi pada tahun Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2016, ketika tersangka bernama Arif Darmawan menjabat sebagai Kades Panjang. Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa kurang lebih sebesar Rp 130 juta.

“Pada tahun 2016 APBDes Panjang kurang lebih sebesar Rp 1,4 miliar. Dari total tersebut, yang tidak dapat dipertanggung jawabkan secara sah kurang lebih sebesar Rp 130 juta dan menjadi temuan Inspektorat,” ujar pria yang akrab disapa Henriyadi kepada Betanews.id saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/5/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Mantan Kades Undaan Lor Ditahan Kejari Kudus Setelah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Henriyadi, penyidik pada Kejaksaan Negeri Kudus kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Dan, selanjutnya menetapkan Arif Darmawan alias Ade sebagai tersangka untuk dimintai pertanggungjawaban secara hukum.

“Prosesnya sudah dilakukan dan tersangka sudah dilakukan penahanan, karena yang bersangkutan juga sedang menjalani hukuman sebelumnya yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap terkait dengan kasus narkoba di Kabupaten Slawi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pada tanggal 24 Mei 2023 sekitar pukul 14.00 WIB telah dilakukan proses tahap dua. Proses yang dimaksud yakni proses penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa penyidik dan penuntut umum untuk menyiapkan berkas penututan di pengadilan.

Baca juga: Tiga Mantan Kades di Kudus Diduga Korupsi, Ada yang Kembalikan Rp 200 Juta

“Saat ini tersangka sudah dipindah ke Rutan Kudus dari Rutan Slawi. Hal itu untuk mempermudahkan proses penyidikan,” jelasnya.

Sementara pasal yang disangkakan, kata dia, adalah Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU nomor 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi. Ancaman hukuman untuk pasal 2 minimal 4 tahun, sementara untuk pasal 3 minimal penjara satu tahun.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER