BETANEWS.ID, JEPARA – Setelah gabungan petani tambak udang yang demo menolak penutupan tambak udang di Karimunjawa melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Jepara, Rabu (3/05/2023) siang kelompok yang mendukung penutupan tambak udang melakukan udiensi dengan komisi A DPRD Jepara.
Berbeda dengan kelompok yang menolak penutupan tambak udang yang diterima audiensi di DPRD Jepara, Selasa (2/5/2023), kelompok yang mendukung penutupan tambak udang tidak diizinkan untuk masuk ke dalam ruang audiensi.
Suasana di luar tempat audiensi sempat diwarnai kericuhan dari para kelompok yang pro terhadap penutupan tambak udang tersebut. Mereka melakukan protes kepada pihak kepolisian yang berjaga di depan pintu ruangan. Massa yang tadinya berada di area lantai 1, banyak yang memenuhi area di depan ruang audiensi.
Baca juga: Tolak Penutupan Tambak Udang Karimunjawa, Puluhan Pekerja Demo di Depan DPRD Jepara
Suasana sempat berlangsung ricuh tetapi kemudian para massa tersebut dapat dikendalikan agar pendemo tidak melakukan tindakan yang merugikan. Audiensi berjalan cukup lama, mulai pukul 12.00 WIB hingga setengah 17.00 WIB.
Agus Sutisna, Anggota Komisi A DPRD kabupaten Jepara seusai memimpin pelaksanaan audiensi menyampaikan, keputusan tentang keberadaan tambak udang di Karimumjawa belum dapat diputuskan.
“Akan kita sampaikan dulu kepada 50 anggota dewan, empat pimpinan, delapan fraksi, akan kita rembuk dulu dan kita akan cari solusi terbaik. Semoga apapun nanti keputusannya menjadi keputusan yang bijak, berimbang, dan tidak menyakiti masing-masing pihak,” katanya.
Baca juga: Meriahnya Tradisi Lomban di Jepara yang Diikuti Ratusan Kapal
Ia menambahkan, kemarin kelompok petani yang menolak penutupan keberadaan tambak udang menyampikan dampak dari penutupan tersebut, hari ini para pegiat lingkungan serta dari LSM Kawali menyampaikan dampak dari keberadaan tambak udang terhadap kondisi lingkungan alam yang ada di Karimunjawa.
“Situasi seperti ini membuat kami harus berpikir dengan matang, dengan bijak karena semua disini adalah saudara. Kami tidak bisa berpihak pada salah satu pihak. Maka ini yang harus menjadi bahan pertimbangan,” tambahnya.
Editor: Suwoko

