BETANEWS.ID, KUDUS – Istri Presiden ke-4 Abdurahman Wahid, Shinta Nuriyah, memberikan tausiyah keagamaan dan kebangsaan di resto Kampoeng Sawah, Undaan, Kudus, Minggu (2/4/2023). Tausiyah yang dikemas dengan acara berbuka puasa tersebut dihadiri ratusan orang dari Persaudaraan Antar Umat Beragama Muria Raya (Permata Raya).
Dalam tausiyahnya, Shinta menyebut makna buka bersama dalam perkembangannya mulai bergeser. Dari yang mulanya agar mendapatkan pahala, kini buka bersama tak jarang dijadikan sebagai sarana pencitraan dan kampanye.
Dia mengatakan, dalam dalil menyatakan barang siapa memberikan makan pada orang berpuasa maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Oleh karenanya, banyak orang kemudian berlomba-lomba mengadakan buka bersama.
Baca juga: Masjid Agung Demak Sediakan Menu Buka dan Sahur Gratis Selama Ramadan
“Namun, sekarang itu sudah mulai bergesar. Banyak orang membuat acara buka bersama tapi kadang-kadang yang diundang mereka yang tidak puasa. Sebab mereka mengadakan buka bersama demi untuk mendulang suara,” ujarnya dihadapan hadirin yang hadir.
Oleh sebab itu, ia lebih menekankan untuk menyelenggarakan sahur bersama ketimbang buka bersama. Menurutnya, sahur bersama mempunyai tujuan jelas yakni mengajak orang untuk berpuasa.
“Kegiatan sahur bersama sudah saya jalankan bersama Gusdur kurang lebih sejak 23 tahun lalu. Sejak mendampingi almarhum Gusdur saat masih menjabat Presiden,” bebernya.
Shinta mengenang, kegiatan sahur bersama yang dilakukannya bersama Gusdur sering mengajak kaum marjinal dan para duafa. Menurutnya, kegiatan sahur dengan kaum pinggiran lebih mencerminkan tali kasih.
“Bahkan dalam beberapa kesempatan kami melakukan sahur di tengah-tengah mereka, dari pada di gedung-gedung mewah. Pernah sahur bersama pengamen di pinggir jalan, pernah bersama penjual sayur di tengah pasar dan tukang becak di pinggir terminal atau stasiun,” ungkapnya.
Pernah di lain kesempatan, Shinta juga mengajak orang yang berbeda keyakinan untuk menyelanggarakan sahur bersama. Dan, tempatnya justru di rumah ibadah mereka.
Baca juga: Cenderung Kebablasan, Hartopo Larang Pejabat dan ASN di Kudus Gelar Buka Bersama
“Jadi, sahur bersama yang saya lakukan selama ini selain mengajak orang berpuasa juga untuk mempererat tali asih, saling menghargai sesama anak bangsa,” ucapnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Rifan Hamim mengatakan buka bersama diselenggarakan oleh Permata Raya. Acara ini juga sebagai rangkaian kegiatan sahur bersama yang rutin dilaksanakan nyai Shinta Nuriyah selama bulan Ramadan.
“Karena tahun sebelumnya terjeda lantaran ada pandemi, tahun ini beliau bisa hadir di Kudus,” ujarnya.
Editor: Suwoko

