BETANEWS.ID, DEMAK – Menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri, oleh-oleh jadi salah satu hal yang paling banyak dicari oleh masyarakat. Di Demak, yang paling banyak dicari tentunya adalah jambu air, belimbing, dan ikan, dan produk khas Kota Wali.
Salah satu tempat yang dapat dijadikan referensi rujukan adalah Pusat Oleh-Oleh Kota Wali, Jalan Nasional 1, Mekarsari, Mranak, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Di sana, kastemer bisa menemukan berbagai olahan dan kerajinan yang khas.
Menurut kasir Pusat Oleh-Oleh Kota Wali Hilda Nala Sofa, saat momen Ramadan dan lebaran, toko tersebut dikunjungi ratusan pembeli tiap hari. Tidak hanya dari kalangan lokal, melainkan juga dari wisatawan yang berkunjung ke Demak.
Baca juga: Harga Mulai Rp15 Ribu, Kue Lebaran di Cindy Cookies Ini Pemesannya Membeludak
“Kebanyakan pembeli itu orang lewat di Jalan Pantura, wisatawan keluarga, dan bus-bus juga,” katanya pada betanews.id, Sabtu (8/3/2023).
Nala menyampaikan, di sana terdapat lebih dari 100 jenis olahan khas Demak mulai dari manisan, kripik, brownies, jenang, hingga sirop. Produk itu berasal dari 50 UMKM Demak.
“Untuk oleh-oleh khas Demak, ada manisan jambu, minuman belimbing, stik belimbing, stik layur, bakpia, bandeng presto, dan lain-lain,” sebutnya.
Selain olahan makanan dan minuman, Pusat Oleh-Oleh Kota Wali juga menyediakan karya-karya unik hasil dari putra putri Demak, seperti lukisan, batik, tenun, anyaman, gantungan kunci, dan pernak pernik lainnya.
“Untuk karya seni kami ada lukisan, jam, dan kaligrafi dari bahan debog pisang, kain tenun, batik, dan beras asli Demak,” imbuhnya.
Baca juga: Jamu Pawonanda yang Dikemas Modern Ini Tembus Pasar Malaysia dan Singapura
Kelebihan berburu olahan khas Demak di Pusat Oleh-Oleh Kota Wali, pengunjung tidak hanya dimanjakan dengan banyaknya pilihan. Hilda menjelaskan dengan pelayanan yang nyaman, pembeli juga dimudahkan dengan banyaknya metode pembayaran.
“Selain tempatnya yang nyaman dan be-AC, kami juga memiliki metode pembayaran yang lengkap. Mulai dari cash, debit, dan QRIS,” jelasnya.
Berkat keramaian pembeli, Hilda mengaku omzet yang didapatkan lebih meningkat daripada hari-hari biasanya. Pendapatan yang biasanya menghasilkan 1-2 juta menjadi sekitar Rp8 juta sehari.
Bagi wisatawan yang ingin membeli berbagai olahan khas Demak, dapat mendatangi langsung ke Pusat Oleh-Oleh Kota Wali pada jam buka pukul 8.00-22.00 WIB.
Editor: Ahmad Muhlisin

