BETANEWS.ID, SOLO – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengelar Hajad Dalem Malam Selikuran, dalam rangka memperingati malam 21 Ramadan, Selasa (11/4/2023) malam.
Biasanya, kirab Malam Selikuran dilaksanakan dari Keraton menuju Masjid Agung Surakarta. Namun, kali ini kirab dilakukan dari Keraton menuju Taman Sriwedari.
Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo menerangkan bahwa kirab dimulai di kawasan Sitinggil memiliki latar belakang khusus.
Baca juga: Kirab Malam Selikuran, Tradisi Keraton Solo yang Sudah Ada Sejak Era Sultan Agung Hanyokrokusumo
“Mengapa di sitinggil, ini berkaitan dengan sejarah bahwa tanah sebagian dari Sitinggil dulu diambil dari Talang Wangi yang dulu namanya Kebon Rojo atau sekatang jadi taman Sriwedari,” terangnya.
Diterangkannya, sejak zaman dahulu Hajad Dalem Malam Selikuran digelar di Taman Sriwedari. Kala itu adalah masa pemerintahan Paku Buwana X.
“Paku Buwana X persa (bilang) bawa setiap malam selikuran itu terjadi seperti pasar malam di Alun-alun. Karena pasar malam, kalau di saat kita sekatenan kan sudah ada, supaya tidak menimbulkan kegiatan yang dualisme, maka dipindah ke Kebon Rojo,” terangnya.
Pada zaman dulu, di kawasan Kebon Rojo juga terdapat beberapa koleksi satwa Keraton, seperti gajah, macan, serta satwa lainnya.
Diketahui, pada malam Kirab Selikuran para abdi dalem membawa lampu ting dan juga tumpeng yang berjumlah 1.000 buah yang dikemas dengan menggunakan takir.
Tumpeng tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat, diharapkan agar siapapun yang memakannya akan mendapat berkah dari Allah SWT.
Baca juga: Sejarah Tari Bedhaya Anglir Mendung yang Tampil Saat Peringatan Kenaikan Tahta Mangkunegara
“Pengertiannya itu juga kaitanya dengan tumpang Sewu, menyimbolkan makna 1.000 Bulan (malam Lailatul Qadar,” tuturnya.
Ia juga menerangkan bahwa ada beberapa kirab yang digelar saat bulan Ramadan dan bulan Syawal.
“Jadi kalau di puasa ini ada 3 yamg menjadi makna malam selikuran dibagikan pada maayarakat, kedua malam zakat fitrah memberikan zakat fitrah dan gunungan (pada Grebeg Syawal),” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

