Dapati Kupon Pasar Murah Dijual Bebas, Hartopo: ‘Kasihan Masyarakat yang Kurang Mampu’

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus kembali menggelar pasar purah bagi masyarakat. Namun, Bupati Kudus Hartopo yang hadir di acara tersebut, meminta agar pasar murah bisa lebih bermanfaat bagi warga kurang mampu.

Hartopo mengatakan, antusias warga Kudus yang berbelanja kebutuhan pokok di pasar murah sangat banyak. Sebab, harga komoditas yang dijual di pasar murah jauh lebih murah dari harga normalnya.

“Namun, seharusnya ada screening dan lebih diutamakan untuk warga kurang mampu. Jadi, selain untuk pengendalian inflasi, pasar murah ini seharusnya bisa untuk membantu masyarakat kurang mampu di Kudus,” ujar Hartopo kepada awak media di halam kantor Dispertan Kudus, Jumat (14/4/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Beras 2,5 Ton dan Telur 500 Kg di Pasar Murah Dispertan Kudus Ludes Dibeli Warga

Hartopo menuturkan, saat ini agar warga bisa berbelanja di pasar murah, syaratnya dengan menggunakan kupon. Namun, tak ada kriteria khusus dan setiap warga yang datang bisa dengan mudah mendapat kupon.

“Sekarang ini kan kupon dijual bebas, siapa pun bisa beli. Kasihan masyarakat yang betul-betul kurang mampu, tapi tak bisa membeli kupon. Sebab kedahuluan masyarakat yang lebih mapan secara ekonomi,” tegasnya.

Hartopo pun meminta, ke depan ada seleksi warga yang akan berbelanja di pasar murah, kerja sama dengan desa dan kelurahan.

“Nantinya desa itulah yang memilih warga kurang mampu yang bisa berbelanja di pasar murah. Sehingga pasar murah bisa benar-benar bermanfaat bagi warga kurang mampu,” harapnya.

Baca juga: Pasar Murah di Dinas Pertanian Kudus Diserbu Warga, Hartopo Minta Digelar Rutin

Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetyo mengakui bahwa tak ada kriteria khusus bagi warga yang mendapatkan kupon, agar bisa berbelanja di pasar murah. Pemberian kupon dilakukan acak dan setiap warga yang datang dikasih.

“Soal kupon itu tujuannya agar merata. Sebab di pasar murah yang sebelumnya kita hanya menggunakan centang spidol. Ke depan kita akan laksanakan sesuai perintah Pak Bupati, dan lebih mengutamakan warga kurang mampu yang berbelanja di pasar murah,” ujar Didik.

Dia mengungkapkan, penyelenggaraan pasar murah pihaknya menggandeng 40 pelaku usaha binaan dari Dispertan Kudus. Sementara yang dijual adalah komoditas stragis, seperti beras, bawang merah, cabai dan telur, dan ikan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER