Berziarah ke Makam Sunan Kalijaga di Jalan Raden Sahid, Kelurahan Kadilangu, Kabupaten Demak, para peziarah akan menjumpai gentong berisikan air. Konon, gentong ini peninggalah Sunan Kalijaga, yang telah berusia ratusan tahun. Banyak yang percaya, air gentong ini memiliki khasiat pengobatan.
Menurut Pencatat Tamu makam Sunan Kalijaga Sumastopo Joko Raharjo, konon, air dari gentong yang terletak di sekitar area makam itu merupakan peninggalan dari Sunan Kalijaga atau Raden Sahid, salah satu Walisongo, penyebar agama Islam di pulau Jawa.
Di sana, terdapat dua gentong yang menjadi wadah air. Banyak peziarah yang selesai berdoa, menyempatkan diri untuk merasakan kesegaran dari air melalui gelas-gelas kecil yang telah disediakan.
Baca juga: Ziarah ke Makam Sunan Kalijaga, Wisata Religi Kota Wali yang Tak Pernah Sepi
Ada pula yang membungkusnya dengan membawa botol kosong, untuk dibawa pulang ke rumah. Peziarah dapat mengambilnya sesuai kebutuhan dan mengisi kotak amal seikhlasnya.
Sumastopo menjelaskan, gentong peninggalan Sunan Kalijaga itu berusia lebih dari 500 tahun. Dulu, gentong tersebut dijadikan wadah air masyarakat sekitar untuk digunakan kebutuhan sehari-hari.
“Air gentong itu dulunya ambil dari sungai yang ada di Kadilangu, sekarang air sudah difilter agar aman ketika dikonsumsi,” katanya pada Betanews.id, belum lama ini.
Sumastopo menerangkan, air gentong peninggalan Sunan Kalijaga itu dipercaya masyarakat memiliki banyak khasiat pengobatan. Apabila meminum, peziarah diharapkan membaca doa terlebih dahulu dan meminta khajat yang diinginkan dengan niat kepada Allah SWT.
Baca juga: Bingung Liburan ke Mana? Wisata Petik Jambu Kristal di Demak Ini Bisa Jadi Pilihan Menarik Lho
“Sebelum minum itu baiknya berdoa. Pertama membaca basmalah lalu Selawat tiga kali, mau lebih juga boleh yang penting ganjil, ” terangnya.
Tidak hanya itu, air gentong peninggalan Sunan Kalijaga sering diambil warga untuk pelengkap tradisi, misalnya, siraman pengantin, tujuh bulanan, dan pembersihan rumah yang memiliki gangguan.
“Istilahnya itu orang-orang sini ya terserah sugestinya bagaimana, ada juga yang meyakini memiliki khasiat penyembuhan,” tuturnya.
Editor: Suwoko

