BETANEWS.ID, DEMAK – Beberapa pembeli tampak mengerubungi beberapa penjual blewah di tepi Jalan Pantura Demak, masuk Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam. Mereka tampak menimang-nimang hingga meneliti kualitas buah yang hendak dibeli.
Saat Ramadan, di jalan tersebut memang banyak bermunculan penjual buah, baik blewah, semangka, melon, hingga timun suri. Salah satu lapak yang ramai itu adalah milik Sukesi. Ia mengaku, dalam sehari bisa menghabiskan 20-50 kilogram buah dengan harga blewah Rp15 ribu per buah.
“Semenjak puasa ini ya ramai. Blewah itu bisa habis sampai satu sak sehari sekitar 25 kilogram,” kata warga Trengguli itu, Senin (3/4/2023).
Baca juga: Terkenal Murah, Penjual Takjil dan Lauk Buka Puasa di Pinggir Jalan Kaliputu Kudus Diserbu Pembeli
Berbeda dari tahun sebelumnya, pasokan blewah tahun ini ia dapatkan dari bakul asal Purwodadi. Hal itu lantaran kondisi petani blewah di Desa Sedo, Kecamatan Demak belum berbuah, sehingga ia terpaksa membelinya dari pasar.
“Bedanya blewah dari Sedo Demak itu lebih manis daripada asal Purwodadi. Kalau ini anyep tapi enak buat campuran es,” imbuhnya.
Sukesi sudah jual buah-buahan saat Ramadan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tiap tahunnya, dirinya menyiapkan sekitar satu kuintal buah untuk dijajakan di lapaknya yang ada di pinggir jalan.
Baca juga: Selama Ramadan, Toko Wangi Pasar Kliwon Solo Jadi Jujugan Pencari Parfum
“Kalau hari biasanya ya berangkat pukul 7.00-17.00 pulang. Pas Ramadan seperti ini ya tidur sini,” terangnya.
Pembeli asal Kudus, Khusnul, mengaku senang membeli buah blewah di Trengguli. Menurutnya, blewah menjadi menu wajib untuk dijadikan takjil, karena rasanya segar dan cocok untuk berbuka puasa.
“Saya beli blewah dan timun suri, mau buat es nanti pas buka puasa. Rasanya kurang kalau tidak ada buah ini,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

