400 Penari Meriahkan Hari Tari Sedunia di Taman Indonesia Kaya Semarang

BETANEWS.ID, SEMARANG – Hari Tari Sedunia yang jatuh pada 29 April ini dimeriahkan dengan unjuk kebolehan 400 penari dari 32 sanggar tari di Kota Semarang. Ada pula sanggar tari dari Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Batang. Kemeriahan tersebut tersaji dalam pertunjukan tari yang digelar di Taman Indonesia Kaya (TIK), Sabtu (29/4).

Pertunjukan bertajuk “Natana Kalpaloka” yang berarti menari untuk dunia, ini merupakan gawe Dewan Kesenian Semarang (Dekase) berkerja sama dengan TIK Semarang. Acara dimulai pukul 08.00 WIB seharian penuh hingga malam hari.

Pertunjukan ini merupakan lintas usia dan lintas genre. Artinya pertunjukan tari diikuti oleh peserta dari semua umur dan bisa menampilkan tari tradisional maupun kontemporer.

-Advertisement-

Baca juga: Sambut Hari Tari, Dekase Akan Gelar Pertunjukan Tari Lintas Genre

Komite Tari Dekase, Anik Purwati mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan acara ini selama sebulan.

Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar, setelah kami persiapkan dengan sebaik mungkin. Saya berterima kasih atas kerja keras teman-teman Dekase dan seniman Semarang semua, juga para penampil. Semoga acara tetap berjalan lancar sampai nanti malam,” jelas Anik.

Sementara Ketua Dekase, Adhitia Armitrianto menambahkan, pihaknya mengapresiasi TIK Semarang atas kerja sama di bidang seni budaya tersebut.

“Sebelumnya kami telah berkomunikasi dengan TIK, dan gayung bersambut. Sejalan juga kami telah berkomunikasi dengan banyak sanggar, Hari Tari ini mau bikin apa, dan mereka menyambut baik,” terangnya.

Salah satu peserta, Sri Sumiati merasa senang atas pertunjukan yang digelar Dekase dan TIK Semarang ini. Ia yang merupakan guru SMA Negeri 16 Semarang tampil bersama delapan rekan kerjanya dengan tarian tradisional Gambyong Pareanom.

Baca juga: Berlatih Membuat Naskah Drama, Acong: ‘Buka Hati dan Pikiran’

“Di SMA 16 ada sanggar namanya Pracawita, yang ikut guru-guru dan murid-murid. Kalau acara Dekase ini mereka antusias, sejak dari latihan, sampai pentas,” ujar Sri Sumiati.

Malamnya, Natana Kalpaloka juga menggelar dialog tari bersama Maxence Joubert, aktivis seni Alliance Francaise (AF) Semarang pada pukul 20.30 WIB.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER