31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Ziarah ke Sultan Fatah, Esti Ingin Demak Kembali Jaya dan Tak Dipandang Sebelah Mata

BETANEWS, DEMAK – Mendekati Hari Jadi ke-520 Kabupaten Demak, Bupati Demak Esti’anah melakukan ziarah ke makam Sultan Fatah, di komplek Masjid Agung Demak, Selasa (21/3/2023). Dirinya berharap, Demak mampu bangkit dan bisa kembali berjaya seperti zaman kerajaan dulu.

Esti mengatakan, ziarah seperti ini rutin dilakukan setiap tahun, menjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Demak. Saat berziarah, selain berdoa, dirinya juga meminta restu kepada raja-raja Demak terdahulu. Hal itu dilakukan untuk pengingat jasa para raja-raja yang telah medirikan Demak.

“Kami meminta pangestu kepada beliau-beliau (raja-raja). Beliau-beliau kan yang dulu mendirikan kejayaan dan membawa kejayaan Demak. Kalau memintanya tetap kepada Allah,” kata Esti kepada Betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga: Bantu Warga, Bupati Demak Minta Dindagkop UKM Sering Gelar Pasar Murah

Setelah berziarah ke Makam Sultan Fatah, Esti kemudian berziarah ke Makam Sunan Kalijaga. Dirinya berharap, pada Hari Jadi yang ke-520 ini, semua sektor di Demak bisa dibangkitkan.

“Kami ingin semua sektor bisa bangkit baik segi perekonomian, wisata, wilayah, dan kesejahteraan masyarakat. Kami ingin Demak kembali jaya seperti dulu, tidak lagi dipandang sebelah mata, dan tidak diragukan daerah-daerah lain, ” imbuhnya.

Sementara itu, Plt UPTD Museum Glagah Wangi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Demak, Ahmad Widodo menerangkan, acara ziarah bupati ke raja-raja Demak sudah menjadi tradisi turun temurun para pemimpin kabupaten. Ziarah ini di antaranya mendekati Hari Jadi Kabupaten dan Grebek Besar.

“Hari Jadi kan tanggal 28 Maret, biasanya tanggal 27 sore itu ke makam. Apalagi bulan ini Megengan (menyambut Ramadan) berdekatan dengan Hari Jadi Demak, ” terangnya.

Baca juga: Atasi Rob, Ganjar Minta Pemkab dan DPRD Demak Komitmen Sukseskan Proyek Tanggul Laut

Widodo menjelaskan, terdapat tiga makam raja Demak yang wajib dikunjungi, di antaranya Sultan Fatah, Sultan Pati Unus, dan Sultan Trenggono. Para pemimpin kabupaten, kemudian berdoa dan melakukan tabur bunga di sana.

“Istilahnya seorang mempunyai pekerjaan dan melakukan sowan kepada orang tua, untuk meminta kelancaran selama acara itu berlangsung, ” pungkasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER