“Di sini kami mencoba membangun bersama beberapa komunitas, UIN Raden Mas Said serta masyarakat untuk berkolabirasi. Adapun tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk sama-sama membangun nilai-nilai budaya yang ada di Keraton Kartasura, sehingga akan lahir atau dirintis kembali destinasi budaya untuk (wisata) religi,” ujarnya.
1.000 Tumpeng dan 19 Dawet
Dijelaskannya, pada kirab ini ada 19 tumpeng yang diarak selama kirab berlangsung. Selain tumpeng, sebanyak 1.000 dawet juga dibagikan kepada masayarakat sekitar.
“Harapannya adalah supaya dengan pembagian dawet, masyarakat bisa menikmati bersama, jadi satu rasa, satu kemauan dan satu keinginan kita nikmati bersama-sama dan bisa terbangun guyub rukun ada di sini,” ujarnya.
Persiapan kirab dimulai pukul 14.00 WIB dimulai dari Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Setiadaknya, ada 500 peserta dari 19 komunitas yang mengikuti kirab tumpeng Grebeg Sadranan 2023 ini.
Baca juga: Wisatawan di Solo Nantinya Bakal Disambut Atraksi Budaya Prajurit Keraton
Sementara itu, dari pihak Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Ayu Koes Indriyah mengapresiasi digelarnya kegiatan ini. Dengan adanya tradisi nyadran, ia berharap kegiatan budaya yang ada dapat terus dilestariakan oleh generasi penerus.
“Karena memang benar bahwa Keraton Kartasura ini dulunya sebuah Ibukota Negara Mataram sebelum dipindahkan ke Surakarta. Sehingga sejarahnya sangat kental di sini, dan Surakarta tidak terlalu jauh dari sini jadi masyarakat semua bisa melihat bahwa seperti itulah dulu Keraton Kartasura seperti Surakarta yang sekarang ada,” tuturnya.
Editor: Suwoko

