31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Piala Dunia U-20 Terancam Batal, Gibran Kesal pada Kepala Daerah yang Tolak Israel

BETANEWS.ID, SOLO – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membatalkan drawing Piala Dunia U-20 2023 yang sebelumnya dijadwalkan pada 31 Maret 2023 di Bali. Alasan pembatalan itu belum diketahui secara pasti. Namun, hal itu berbarengan dengan masifnya penolakan Israel tanding di Indonesia, termasuk oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pun mempertanyakan kesepakatan bersama yang telah ditandatangani beberapa kepala daerah yang menjadi tuan rumah untuk gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Suami Selvi Ananda itu mengatakan bahwa dirinya sudah ikut melakukan tanda tangan kesepakatan tersebut. Menurutnya, hal itu sudah menjadi komitmen bagi tiap-tiap kepala daerah yang ikut bertandatangan.

-Advertisement-

Baca juga: Gibran Tak Gubris Para Politisi dan Kepala Daerah yang Tolak Israel Main di Piala Dunia U-20 Indonesia

“Kewajibannya seperti apa. Kalau saya sudah komitmen, apa yang sudah saya tandatangani di perjanjian itu komitmen saya,” ujar Gibran ketika ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (28/3/2023).

Gibran mengatakan, jika ada kepala daerah yang mempermasalahkan hadirnya tim nasional Israel untuk bertanding, harus disampaikan sebelumnya.

“Lha kenapa sekarang protes kalau tidak mau jadi tuan rumah,” katanya dengan nada geram.

Apalagi kepala daerah yang menjadi tuan rumah telah melakukan sejumlah persiapan dengan menggunakan anggaran Pemerintah Pusat dan Daerah. Seperti di Solo yang telah melakukan perbaikan di Stadion Manahan dan sejumlah venue pendamping.

“Ngapain mereka tanda tangan kalau  ujungnya seperti ini,” katanya.

Baca juga: FIFA Lakukan Ceking Akhir Stadion Manahan Solo Sebelum Piala Dunia U-20

Jika Piala Dunia U-20 harus batal dilaksanakan di Indonesia, menurut Gibran juga akan berdampak ke hotel-hotel yang tidak jadi dipesan.  Selain itu, Persis Solo juga rugi karena menghabiskan banyak biaya untuk memindahkan kandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.

“Pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sewa Stadion Manahan untuk venue Piala Dunia juga tidak ada,” katanya.

Lebih lanjut, Gibran juga mengaku kasihan kepada Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir. Saat ini, pria yang juga merupakan Menteri BUMN itu harus bertolak ke Zurich, Swiss untuk melobi FIFA terkait persoalan Piala Dunia U-20 ini.

“Kasihan Pak Ketum. Kalau saya komitmen dengan segala konsekuensi. Kalau mau protes ya protes dari dulu, nggak sekarang. Sudah mengeluarkan anggaran baru protes,” ujarnya.

Ditanya soal kemungkinan Piala Dunia U-20 dipindahkan ke Peru dan Piala Dunia U-17 di Indonesia, putra sulung Presiden Joko Widodo itu menyerahkan sepenuhnya keputusan pada PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Saya ngikut Pak Ketum PSSI dan Pak Menpora soal itu. Saya barusan juga sudah menghubungi Pak Erick, hasilnya rahasia,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER