31 C
Kudus
Minggu, Mei 28, 2023

Berkah Ramadan, Penjual Hidangan Takjil Ini Dapat Omzet Rp 3 Juta di Hari Pertama Puasa

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pembeli terlihat silih berganti berdatangan di lapak jual hidangan takjil di tepi Jalan Sosrokartono 262, Desa Kaliputu, Kabupaten Kudus, Kamis (23/3/2023). Di hari pertama puasa itu, banyak warga yang datang untuk membeli hidangan berbuka puasa.

Saking ramainya, menurut Ana Nur Laili (36), pedagang hidangan takjil di sana, mengatakan penjualan dagangannya laris manis dibeli masyakat. Laili mengatakan, dirinya banyak memiliki menu untuk bisa dipilih pembeli yang datang.

Meski masih hari pertama puasa, Laili mengatakan makanan yang ia jual banyak yang laku. Di hari pertama puasa ini dirinya bisa mendapatkan omzet yang jumlahnya tak sedikit, yakni hingga Rp 3 juta.

Baca juga: Pemkab Demak Sediakan 100 Stan untuk Menu Buka Puasa dan Sahur Selama Ramadan

“Rp 3 juta itu kotornya mas, belum termasuk modalnya. Ya pokoknya bersyukur karena pembeli banyak yang ke sini,” kata Laili saat ditemui di lapak dagangannya.

Tak hanya pilihan menu yang banyak, kata Laili, harga yang dipatok juga menarik banyak pembeli untuk datang karena murah.

Ia mengatakan, menu hidangan takjil yang dijualnya itu antara lain kolak, susu kedelai, koktail, dan beraneka macam es. Selain itu ada snack, puding, sosis, burger, dan gorengan. Untuk lauk, Laili menjual garang asem, rica-rica ayam, opor ayam, sayur pindang, sayur bening, botok petet, hingga pepes ikan kakap.

“Menunya banyak banget dan harganya murah. Untuk jajanan mulai dari Rp1.500 sampai Rp13 ribu. Sayuran mulai dari Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. Sedangkan lauknya mulai dari Rp1.500 sampai Rp 30 ribu ayam bakar utuh,” kata Laili.

Baca juga: Bazar Takjil UKM, Spot Ngabuburit Asyik di Depan Benteng Vastenburg Solo

Laili menambahkan, dirinya sudah belasan tahun menjadi penjual hidangan takjil di saat Ramadan seperti Ini. Di hari-hari biasa, Laili berjualan soto ayam di lokasi yang sama. Saat Ramadan seperti ini dirinya berjualan takjil, lantaran pendapatannya lebih banyak dan menunya lebih lengkap.

“Jadi kalau siang kita tutup, dan buka saat menjelang berbuka puasa. Kita menghormati orang yang menjalankan puasa, jadi bukanya menjelang buka,” terangnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

33,383FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,317PengikutMengikuti
108,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER