BETANEWS.ID, PATI – Aroma ikan goreng langsung menyeruak ketika masuk ke dalam sebuah rumah yang kondisinya masih terendam banjir. Beberapa perlengkapan meja tamu hingga kursi juga tampak terendam. Sedangkan barang-barang elektronik dan barang berharga lainnya dinaikkan ke atas.
Di dalam rumah itu, tampak seorang perempuan paruh baya berada di atas Ranggon. Ia sedang menggoreng ikan dan tempe untuk lauk hari itu juga.
Sudah empat bulan ini, perempuan bernama Yati (56) tersebut harus memasak hingga tidur di Ranggon. Rumahnya, sudah berbulan-bulan terendam banjir dan hingga kini belum surut. Ketinggian air di dalam rumah Yati masih sekitar 50 sentimeter.
Baca juga: Sudah Empat Bulan Banjir Genangi Permukiman Warga di Banjarsari Pati
“Ini sebenarnya sudah surut Mas. Meskipun ya masih tinggi,” kata Yati, warga Dukuh Jrakah, Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Pati, Jumat (17/3/2023).
Meski kondisinya terendam banjir sudah berbulan-bulan, ia memilih untuk tetap tinggal di rumahnya daripada mengungsi. Sejak awal kebanjiran pada Desember 2022, ia membuat ranggon dari kayu seadanya berkuran sekitar 4X3 meter. Tempat sempit itulah yang ia gunakan bersama suami dan dua anaknya untuk tidur. Sebagiannya, ia manfaatkan untuk memasak.
Baca juga: Terdampak Banjir Berbulan-bulan, Warga Gabus Pati Alami Gatal-gatal hingga Diare
“Nyaman tinggal di rumah sendiri, Mas. Ya walaupun kondisinya seperti ini. Mau gimana lagi,” imbuhnya.
Ia pun belum berniat untuk membongkar ranggonya. Yati menunggu banjir benar-benar surut, karena khawatir kalau sewaktu-waktu masih ada banjir lagi.
Yati menyebut, banjir untuk tahun ini sudah tiga kali, dan paling parah katanya, ketinggian air di rumahnya mencapai sekitar satu meter. Sedangkan untuk bantuan menurutnya pernah dapat, tapi yang terakhir ini belum ada. Dengan kondisi tersebut, ia mengaku hanya bisa pasrah dan berharap banjir lekas surut.
Editor: Ahmad Muhlisin

