BETANEWS.ID, KUDUS – Lentog Tanjung yang menjadi kuliner khas Kudus kini jadi ladang bisnis yang menjanjikan bagi warga Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Menurut Kepala Desa Tanjungkarang, Sumarno, kini ada 136 penjual lentog tanjung yang tercatat. Jumlah itu kemungkinan bisa bertambah.
Dari jumlah tersebut, kata Sumarno, sebanyak 30 sampai 40 penjual berada di area pasar, dan sisanya berjualan di tempat dan daerah lain. Pasar tersebut dibangun Pemdes Tanjungkarang untuk mengembangkan potensi desa.
“Kami juga sudah mendaftarkan hak peten, hak merek Lentog Tanjung ini agar tidak ada yang mengakuisisi di kemudian hari. Meskipun ini juga tidak menguntungkan bagi desa, tapi ini demi masyarakat,” tutur dia saat ditemui di kantornya, Sabtu (18/2/2023).
Baca juga: Sejarah Lentog Tanjung hingga Menjadi Kuliner Khas Kudus, Awalnya Gara-Gara Ini
Sumarno menjelaskan, sebelum ada pusat kuliner Lentog Tanjung, awalnya penjual lentog menjajakan dagangannya dengan berkeliling seharian.
“Berjualan lentog dengan dipikul sambil berkeliling itu dilakukan sudah lama. Sejak saya masih kecil itu ada dan orang yang jualan banyak. Tapi tidak sebanyak saat ini yang jumlahnya mencapai sekitar 136 orang,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

