Gaji dan Tunjangan Minim, Banyak Guru RA Gadaikan SK Demi Cukupi Kebutuhan

BETANEWS.ID, JEPARA– Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Jepara Siti Muzariah menyampaikan, kalau selama ini banyak guru RA yang menggadaikan SK sertifikasi guru. Hal itu, lantaran banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kebutuhan mereka sebagai guru, sedangkan gaji dan tunjangan yang diterima tidak mencukupi untuk memenuhi hal tersebut.

Hal tersebut dikatakan Muzariah dalam acara Workshop Pembelajaran Aktif, Kreatif, dan Menyenangkan Melalui Seni Gerak dan Lagu Anak Tematik Motorik, Steam, dan Loose Part yang digelar di Pendopo Kartini, Jepara, pada Selasa (21/02/2023).

Workshop pembelajaran bagi guru RA di Jepara. Foto: Umi Nurfaizah.

Baca juga: Manfaatkan Waktu Luang di Sela Mengajar Daring, Guru PAUD Ini Raup Untung dari Brownies Batik

-Advertisement-

Ia menyebut, di Jepara terdapat 930 Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di lingkup RA. Di mana, hanya 6 orang yang sudah diangkat menjadi ASN. Kemudian, untuk guru sebanyak 646 orang yang berstatus sebagai guru wiyata yang gaji dan tunjangannya tidak dicover oleh Kementerian Agama.

Para guru tersebut menerima gaji bervariasi, tidak bisa disamaratakan. Karena tergantung dari yayasan masing-masing tempat mereka bekerja. Kemudian, untuk tunjangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Jepara, mereka mendapatkan Rp 150.000/bulan yang diterima setiap enam bulan sekali.

“Kemarin sudah diusahakan untuk bisa dapat Rp 300 ribu sebulan, dari yang sebelumnya Rp 150 per bulan,” ujarnya saat memberikan pidato sambutan di depan Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, Muh Habib.

Meski begitu, ia berpesan kepada para guru RA agar tetap bekerja dengan tulus, ikhlas, dan tetap tersenyum selama mendidik para peserta didik. Sebab ia menyadari tidak mudah mendidik anak-anak usia dini, yang terkadang membuat guru menjadi jengkel dan marah.

“Apalagi para guru RA, terkadang juga harus menangani anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dan penangan tersendiri. Sebab, anak kalau susah diatur, guru anyel (marah) itu sebetulnya nggak boleh. Makanya guru harus ceria, maka anak-anak juga akan ceria,” imbaunya.

Baca juga: Sepi Pesanan Souvenir, Guru TK di Kudus Bangkit Jualan Es Jadul yang Kini Mulai Laris Manis

Untuk menyiapkan serta melatih para guru RA, IGRA bekerja sama dengan Ceria Bocah Indonesia dari Yogyakarta mengadakan workshop tersebut. Selain itu juga bertujuan untuk melatih guru RA menerapkan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) di kalangan anak usia dini. Agar para guru yang selama ini masih monoton dalam mengajar menjadi lebih kreatif dan membuat anak-anak semangat dalam belajar.

Workshop tersebut diikuti oleh 173 perwakilan guru RA se-Kabupaten Jepara. Yang terdiri dari 172 guru perempuan dan satu orang guru laki-laki.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER