BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras yang mengguyur sejak Rabu (15/2/2023) sore mengakibatkan Kabupaten Kudus kembali dikepung banjir. Setidaknya ada empat kecamatan yang terdampak dan merupakan wilayah langganan banjir, yaitu Kecamatan Bae, Mejobo, Jati, dan Kaliwungu.
Pantauan Betanews.id, melalui media sosial. Hujan yang terjadi semalam mengakibatkan Kudus dikepung bajir. Banyak ruas jalan, bahkan kompleks perumahan yang terendam banjir.
Di antaranya, Perempatan Jember, Jalan Raya Kudus-Pati, Jalan Raya Kudus-Jepara yang mengakibatkan arus lalu lintas macet dan puluhan sepeda motor mogok.
Baca juga: Sungai Dawe Meluap Akibatkan Desa Ngembalrejo Banjir dan Lalulintas Macet Parah
Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus melalui Kasi Kesiapsiagaan Bencana dan Logistik, Munaji, menyampaikan, dari empat kecamatan itu, ada 13 desa kebanjiran dengan ketinggian air 10 sentimeter hingga 1,5 meter.
Dia merinci, banjir di Kecamatan Bae akibat melimpasnya air Sungai Dawe ke pemukiman warga Desa Ngembalrejo dan Tumpangkrasak. Selain itu, limpasan air Sungai Dawe juga menggenangi Jalan Raya Kudus-Pati setinggi kurang lebih 30 sentimeter.
“Sehingga sempat menyebabkan kemacetan panjang semalam,” beber Munaji melalui siaran tertulisnya, Kamis (16/2/2023).
Sementara di Kecamatan Mejobo, ada lima desa yang kebanjiran. Banjir terjadi karena empat titik tanggul Sungai Piji Jebol. Satu titik berada di Desa Golantepus, dua tituk di Desa Kesambi, dan satu titiknya berada di Desa Hadiwarno.
Baca juga: Petani Kudus yang Gagal Panen Akibat Banjir Dapat Ganti Rugi dari Program Asuransi Tani
“Selain menggenangi rumah warga. Jebolnya tanggul Sungai Piji juga mengakibatkan tembok rumah warga Desa Golantepus bernama Muntari roboh, serta mengakibatkan banjir di Perempatan Mejobo,” bebernya.
Sementara di Kecamatan Jati, kata dia, banjir dikarenakan air Sungai Tumpang melimpas ke Perum Megawon Indah dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Sungai Tumpang juga meluap ke pemukiman Dukuh Badongan, Desa Tumpangkrasak.
“Sedangkan di Kecamatan Kaliwungu ada empat desa yang terdampak banjir, yaitu Desa Mijen, Desa Kaliwungu, Desa Prambatan Lor, dan Desa Karangampel. Ketinggian airnya bervariasi antara 10 sampai 40 sentimeter,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

