BETANEWS.ID, SOLO – Lima imam besar dari Uni Emirat Arab (UEA) akan menjadi imam salat tarawih di Masjid Sheikh Zayed Solo pada Ramadan tahun ini. Untuk memberikan kesan berbeda kepada jemaah, bacaan salat tarawih nantinya akan dilakukan perpaduan budaya antara kedua negara itu.
Direktur operasional Masjid Sheikh Zayed, Munajat, menjelaskan, beberapa penyesuaian lain pada saat salat tarawih juga telah dibahas, seperti di antaranya durasi salat dan juga nada saat bacaan salat dilafalkan.
“Nanti salat tarawihnya 23 rakaat, kemungkinan kita asumsikan itu untuk tarawihnya selesai sekitar 45 menit sampai 1 jam, jadi ya seperti biasa lah. Mereka (imam dari UEA) juga ngetes, kemarin kita duduk bersama sama dengan para imam ini kecepatannya gimana,” ujarnya saat melakukan uji coba pengunaan masjid, Rabu (22/2/2023).
Baca juga: Masjid Syeikh Zayed Solo Akan Dibuka untuk Umum Mulai 28 Februari
Selain salat tarawih, Munajat juga memastikan bahwa akan ada takjil lengkap saat Ramadan. Beberapa takjil juga sudah disiapkan, seperti kurma dan juga makanan-makanan lainnya.
“Takjil nanti direncanakan kita akan menyiapkan tenda-tenda di luar masjid. Jadi kita nanti akan undang masyarakat ketika buka puasa. Jumlahnya nanti akan kita lihat antusiasme masyarakat bagaimana, begitu,” katanya.
Baca juga: Gibran Tak Ingin Kondisi Masjid Syeikh Zayed Bernasib Sama Seperti Masjid Al Jabbar Saat Buka
“Bukan hanya kurma tapi macam-macam. Nanti dikirim dari UEA. Nggak tahu saya selain kurma, pertama kali mereka inginnya nasi kebuli tapi ternyata kan nyari beras kan agak sulit, beras brasmati itu berat ya,” lanjutnya.
Meski menjamin takjil untuk buka puasa, tapi pihak masjid tidak menyediakan makanan untuk sahur. Namun, masjid Sheikh Zayed akan dibuka selama 24 jam untuk jemaah yang ingin menjalankan iktikaf.
“Masyarakat juga bisa menunaikan ibadah salai id di Masjid Sheikh Zayed Solo saat Idul Fitri tahun ini,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

