BETANEWS.ID, DEMAK – Kementerian Agama (Kemenag) RI mengusulkan adanya kenaikan biaya haji tahun 2023, dari Rp 39, 8 juta menjadi Rp69, 1 juta. Perubahan itu mengikuti adanya perubahan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Demak Sujati mengatakan, kenaikan biaya haji disebabkan karena fasilitas haji yang kian disempurnakan. Perbaikan itu mencakup biaya transportasi, penginapan, serta akomodasi.
“Kenaikan itu bisa saja karena fasilitas yang mulai disempurnakan, dijalankan dengan baik, dan dipegang oleh perusahaan yang bertanggung jawab. Saya kira itu tidak mahal, ” katanya saat mengisi Seleksi Petugas Haji di Gedung LPK Ma’arif pada Betanews.id, Rabu (25/1/2022).

Baca juga: Nestapanya Samin, Uang Tabungan Rp100 Juta untuk Haji Malah Dimakan Rayap
Salah satu fasilitas yang diperbaiki, Sujati menyebut tenda di Arofah yang semula hanya sebatas tikar kini ditambahi dengan kasur. Sehingga membuat jemaah haji semakin khusyuk dan nyaman saat beribadah.
“Semakin ke sini pelayanan haji makin baik, mulai dari transportasi, makan, dan lain-lain. Seperti tenda di Padang Arofah dulu sangat sederhana, sekarang di Arofah dan Mina itu tenda yang baik, antiair, antiapi, serta ada kasurnya, ” terangnya.
Tidak hanya itu, penyebab kenaikan biaya haji lantaran penyesuaian dengan kondisi di Arab Saudi. Menurutnya kenaikan telah dimulai sejak 2022 yang masih dipinjami dana manfaat, akan tetapi untuk mengantisipasi kehabisan anggaran, 2023 mulai dirancangkan.
“Sebenarnya kenaikan sudah dimulai sejak 2022, karena dari Arab Saudi mengabarkan bahwa biaya haji Rp 15 miliar per jamaah. Jadi kita mencoba tidak memberatkan itu dan mengambil dari dana manfaat. Akan tetapi kan itu tidak bisa terus, jadi pemerintah memperhitungkan kembali,” jelasnya.
Baca juga: Antrean Haji di Kudus Capai 36.751 Orang, Daftar Tahun Ini Berangkatnya 2050
Melihat situasi itu, Sujati berharap biaya haji dapat turun kembali. Sehingga masyarakat yang ingin melaksanakan ibadah haji tidak terbebani biaya dan tetap mendapatkan pelayanan yang layak.
“Usulan itu kan masih digodog, harapan saya ya tidak usah naik lah biayanya. Akan tetapi fasilitas tetap diperbaiki, ” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

